Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan penjelasan resmi terkait wacana penataan program studi di perguruan tinggi yang sempat menuai polemik. Masyarakat khawatir jurusan humaniora berpotensi ditutup. Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa pemerintah tetap memandang semua bidang keilmuan sosial, humaniora, dan pendidikan sebagai hal yang sangat penting.
Posisi Ilmu Sosial dan Humaniora dalam Arsitektur Talenta Nasional
Menurut Badri, bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, pendidikan, dan bidang non-terapan lainnya memiliki posisi strategis dalam arsitektur talenta nasional. Pemerintah tidak ingin perguruan tinggi hanya tunduk pada kepentingan industri semata. Evaluasi program studi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti peminatan, serapan kerja, kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah.
Transformasi sebagai Pendekatan Utama
Badri menekankan bahwa pendekatan utama Kemdiktisaintek bukanlah penutupan program studi, melainkan transformasi. Langkah transformasi mencakup penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major-minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan. Pemerintah memandang pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar penyedia tenaga kerja.
Penutupan Hanya Opsi Terakhir
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penutupan program studi bukanlah pilihan utama. Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi, berdasarkan evaluasi menyeluruh, tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi. Dengan demikian, wacana penutupan prodi humaniora tidak perlu dikhawatirkan karena pemerintah tetap mengapresiasi kontribusi ilmu-ilmu tersebut.



