Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi meluncurkan Taman Cendawan sebagai pusat riset dan konservasi keanekaragaman hayati jamur Nusantara. Peresmian berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di kawasan Kebun Raya Itera, Lampung Selatan.
Peresmian oleh BRIN dan Rektor Itera
Acara peresmian dilakukan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Kehadiran Taman Cendawan menjadi wujud inovasi baru dalam pengembangan pendidikan, riset, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Fungsi Taman Cendawan
Taman Cendawan tidak hanya berfungsi sebagai area koleksi jamur, tetapi juga sebagai wahana edukasi bagi masyarakat. Rektor Itera menjelaskan bahwa taman ini dirancang untuk memperlihatkan keindahan, keunikan, serta peran penting jamur dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Dengan demikian, Taman Cendawan menjadi salah satu cara Itera dalam memperkenalkan dunia fungi ke masyarakat dan mendukung pelestarian biodiversitas jamur Nusantara.
Melalui Taman Cendawan, Itera berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamur bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Taman ini juga diharapkan menjadi pusat riset yang menghasilkan pengetahuan baru tentang fungi Indonesia.



