Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menggelar peringatan Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day pada 8 Juni 2026. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai dampak aktivitas manusia terhadap lautan, mengembangkan gerakan global untuk perlindungan laut, serta memobilisasi masyarakat dunia dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan.
Latar Belakang Hari Laut Sedunia
Lautan memiliki peran vital bagi kehidupan di Bumi. Suhu, komposisi kimia, arus, dan kehidupan laut mendorong sistem global yang membuat planet ini layak huni. Air hujan, air minum, cuaca, iklim, garis pantai, sebagian besar makanan, dan bahkan oksigen yang kita hirup, semuanya diatur oleh laut. Sepanjang sejarah, samudra menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang penting.
Pengelolaan sumber daya laut yang baik merupakan kunci masa depan berkelanjutan. Namun, saat ini kualitas perairan pesisir terus menurun akibat polusi dan pengasaman laut, yang merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati. Perikanan skala kecil juga terkena dampak negatif. Kawasan lindung laut perlu dikelola efektif dengan sumber daya memadai, serta regulasi untuk mengurangi penangkapan berlebihan, polusi, dan pengasaman laut.
Atas dasar itu, melalui Resolusi 63/111 tanggal 5 Desember 2008, Majelis Umum PBB menetapkan 8 Juni sebagai Hari Samudra Dunia atau Hari Laut Sedunia. Konsep ini pertama kali diusulkan pada 1992 di KTT Bumi Rio de Janeiro untuk merayakan samudra dan meningkatkan kesadaran akan peran pentingnya.
Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut PBB secara aktif mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk memperingati hari ini, guna meningkatkan kesadaran akan peran PBB dan hukum internasional dalam pemanfaatan laut secara berkelanjutan.
Tema Hari Laut Sedunia 2026
Diselenggarakan oleh Divisi Urusan Kelautan dan Hukum Laut PBB bersama organisasi nirlaba Oceanic Global, peringatan tahun ini mengusung tema "Reimagine". Tema ini mengajak kita untuk mengubah cara pandang dan perawatan terhadap laut.
Lautan menutupi lebih dari 70% permukaan Bumi dan menjadi sumber kehidupan bagi manusia serta semua organisme. Laut menghasilkan setidaknya 50% oksigen planet, menjadi rumah bagi sebagian besar keanekaragaman hayati, dan sumber protein utama bagi lebih dari satu miliar orang. Diperkirakan 40 juta orang akan bekerja di industri berbasis kelautan pada 2030.
Sayangnya, laut kini membutuhkan dukungan. Sebanyak 90% populasi ikan besar telah berkurang dan 50% terumbu karang hancur. Kita mengambil lebih banyak dari laut daripada yang bisa dipulihkan. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama menciptakan keseimbangan baru dengan laut, tidak lagi mengurangi kekayaannya, tetapi memulihkan vitalitasnya.
Tema "Reimagine" mengingatkan kita bahwa laut bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari: udara yang kita hirup, makanan yang kita makan, dan keseimbangan iklim. Sudah saatnya kita berhenti menjadi sekadar penerima manfaat dan menjadi penjaga sejati masa depan laut.



