Keunikan Rafflesia: Bunga Raksasa Tanpa Daun, Batang, dan Akar
Rafflesia: Bunga Raksasa Tanpa Daun, Batang, Akar

KOMPAS.com - Rafflesia bukan sekadar bunga raksasa yang menarik perhatian karena ukurannya. Tumbuhan langka ini justru menyimpan keunikan yang tidak biasa karena tidak memiliki daun, batang, dan akar sejati seperti kebanyakan tumbuhan lain.

Rafflesia hidup sebagai tumbuhan parasit penuh atau holoparasit yang bergantung sepenuhnya pada tanaman inang untuk memperoleh makanan. Selain kuncup dan bunga, bagian utama Rafflesia berupa haustorium, yakni jaringan khusus yang berfungsi menyerap nutrisi dari inangnya.

Keunikan Rafflesia tidak berhenti di situ. Bunga ini juga dikenal sebagai bunga terbesar di dunia yang dapat mencapai diameter hingga satu meter. Namun, masa mekarnya sangat singkat, hanya sekitar lima hingga tujuh hari. Setelah itu, bunga akan layu dan membusuk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rafflesia hanya dapat ditemukan di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, spesies Rafflesia arnoldii menjadi yang paling terkenal dan banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.

Keberadaan Rafflesia kini terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan liar. Upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi spesies unik ini dari kepunahan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga