Tim Pengawas Haji DPR 2026 melaporkan bahwa sebanyak 99.982 jemaah haji Indonesia akan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada 7 Juni mendatang. Mereka merupakan jemaah haji gelombang II yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada 9-13 Dzulhijah lalu.
Imbauan Wakil Ketua DPR
Wakil Ketua DPR Saan Mustofa meminta pemerintah, khususnya Kantor Daerah Kerja Madinah, untuk mengantisipasi mobilitas jemaah agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala. Ia menekankan agar Daker Madinah responsif dalam menjamin kelancaran pelayanan, kenyamanan, dan kepuasan jemaah selama di Madinah.
"Fokus jemaah kita ke Madinah, tujuan utama adalah ke Raudhah. Pastikan semua jemaah bisa ke Raudhah. Pastikan layanan lain seperti akomodasi, penginapan, konsumsi, kesehatan, dan lainnya siap," ujarnya di Madinah, Senin (1/6).
Kesiapan Daker Madinah
Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurahman, menyatakan siap menjalankan arahan Timwas Haji DPR. Ia mengungkapkan sejumlah persiapan yang telah dilakukan untuk menyambut 99.892 jemaah yang akan tiba.
Personil
Sebanyak 811 personil akan disiagakan, terdiri dari 563 petugas PPIH dan 248 petugas tenaga pendukung Arab Saudi di Daker Madinah.
Hotel
Tersedia 94 hotel, termasuk beberapa hotel bintang lima untuk tempat menginap jemaah.
Transportasi
Sebanyak 2.434 bus akan disediakan untuk menunjang mobilitas jemaah dari bandara ke Madinah.
Makanan
Sebanyak 2.696.274 box makanan akan didistribusikan untuk konsumsi jemaah selama di Madinah.
Dengan persiapan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalani ibadah di Madinah dengan nyaman dan khusyuk.



