Banjir Parah Rendam Jalan Dewi Sri di Kuta Bali, Kawasan Lumpuh Total
Banjir besar melanda Jalan Dewi Sri, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (24/2/2026). Genangan air yang mencapai ketinggian setinggi pinggang orang dewasa telah menutup seluruh akses jalan sejak dini hari, menyebabkan kawasan tersebut lumpuh total hingga siang hari.
Air Mulai Naik Sejak Pukul 04.00 Wita
Menurut laporan dari lokasi, air mulai naik sekitar pukul 04.00 Wita dan terus meninggi dengan cepat. Hujan deras yang turun tanpa henti sejak dini hari menjadi penyebab utama banjir ini. "Hujan deras dari dini hari sekitar jam 3 pagi sudah mulai naik airnya. Hujan nggak berhenti-berhenti," ujar Made, seorang warga Kuta yang ditemui di lokasi kejadian.
Akses Jalan dari Utara dan Selatan Ditutup Total
Genangan air yang sangat dalam membuat akses dari arah utara dan selatan Jalan Dewi Sri harus ditutup karena tidak dapat dilintasi oleh kendaraan apa pun. Pengendara yang hendak melintas terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif. "Mau ke arah Imam Bonjol ya mutar lagi ke Sunset Road. Kayaknya lama bakal bisa dibuka," keluh Kadek Soma, seorang sopir travel yang terjebak di lokasi.
Banjir tidak hanya terjadi di Jalan Dewi Sri utama, tetapi juga meluas ke beberapa jalan sekitarnya seperti:
- Jalan Campuhan
- Jalan Dewi Sri IV
- Grand Dewi Sri
- Jalan Nakula V
Akibatnya, jalur menuju Imam Bonjol, Sunset Road, dan Jalan Raya Kuta menjadi tidak dapat diakses melalui rute Dewi Sri.
Upaya Penanganan dan Dampak pada Pertokoan
Meskipun jalan tersebut sebelumnya telah ditinggikan oleh pemerintah daerah, air banjir tetap berhasil merendam berbagai pertokoan dan restoran di sepanjang jalan. Untuk mempercepat penurunan genangan, pompa air di sejumlah titik telah dihidupkan guna mengalirkan air ke sungai terdekat.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, dipimpin oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik I Ketut Murdika, masih fokus melakukan evakuasi dan penanganan dampak banjir. Upaya pemulihan akses jalan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama mengingat tingginya genangan air.
Kejadian ini mengganggu aktivitas warga dan wisatawan di kawasan Legian, Kuta, yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata utama di Bali. Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir masih belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan.