Mikroplastik di Atmosfer Ternyata Memperparah Pemanasan Global
Mikroplastik di Atmosfer Perparah Pemanasan Global

Penelitian terbaru mengungkap bahwa mikroplastik yang melayang di atmosfer ternyata menyerap panas dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Mikroplastik selama ini dikenal karena keberadaannya yang ada di mana-mana, mencemari ekosistem, dan menumpuk di dalam tubuh manusia.

Temuan Studi Terbaru

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa plastik dapat terbawa tinggi ke atmosfer dan kini tersebar luas di sana. Namun, dampaknya terhadap iklim belum sepenuhnya dipahami. Kini, studi baru yang dipublikasikan pada 4 Mei 2026 di jurnal Nature Climate Change menemukan bahwa partikel plastik menciptakan efek pemanasan global.

Mekanisme Pemanasan

Mikroplastik di atmosfer mampu menyerap radiasi matahari dan memerangkap panas, mirip dengan gas rumah kaca. Partikel-partikel ini juga dapat mempengaruhi pembentukan awan dan curah hujan, memperkuat efek pemanasan. Penelitian ini memberikan bukti baru bahwa polusi plastik tidak hanya merusak ekosistem darat dan laut, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap perubahan iklim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Mikroplastik menyerap panas di atmosfer.
  • Partikel plastik mempengaruhi pembentukan awan.
  • Polusi plastik memperkuat efek rumah kaca.

Temuan ini menekankan urgensi untuk mengurangi produksi dan polusi plastik secara global guna mengatasi pemanasan global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga