Tito Karnavian Jalani Momen Ramadan di Tengah Masyarakat Aceh Tamiang
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memanfaatkan hari pertama Ramadan 2026 dengan penuh makna di Aceh Tamiang. Ia secara khusus melaksanakan buka puasa bersama masyarakat setempat yang terdampak bencana, termasuk para penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang.
Khidmatnya Salat Tarawih Berjemaah di Masjid Darussalam
Usai berbuka, Tito melanjutkan dengan menjalankan salat Magrib dan Isya, kemudian diikuti oleh salat tarawih berjemaah. Kegiatan spiritual ini berlangsung dengan khidmat di Masjid Darussalam, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Tito mengaku merasa sangat beruntung dapat merasakan momen buka puasa pertama Ramadan sekaligus salat tarawih bersama warga Aceh Tamiang. Ia menyebutkan bahwa keinginan untuk hadir di lokasi bencana ini telah muncul bahkan sebelum dirinya ditunjuk oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Kasatgas.
"Karena saya melihat dari tiga provinsi yang ada (terdampak bencana), 52 kabupaten/kota salah satu yang terdampak paling berat adalah di Aceh Tamiang," ujar Tito dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 20 Februari 2026.
Simbol Kehadiran Negara di Tengah Musibah
Kehadiran Tito di Aceh Tamiang pada hari pertama Ramadan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menegaskan bahwa ini merupakan simbol konkret kehadiran negara bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Pemerintah pusat tidak akan meninggalkan warganya yang tengah berjuang pulih dari bencana.
"Bahwa saya wakil pemerintah pusat hadir di sini, bukan untuk apa-apa, tapi memberikan sinyal bahwa kami pemerintah pusat tidak meninggalkan Bapak-Ibu sekalian," tegas Tito.
Upaya Pemulihan yang Mulai Menunjukkan Hasil
Tito menjelaskan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak terkait terus berupaya mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak, termasuk Aceh Tamiang. Hingga saat ini, sejumlah kemajuan telah terlihat, seperti:
- Pulihnya aktivitas pemerintahan di wilayah terdampak.
- Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin stabil.
- Pasar-pasar yang mulai beroperasi kembali secara bertahap.
Meski demikian, Tito menyadari masih ada tantangan yang perlu menjadi prioritas penanganan, antara lain:
- Penanganan pengungsi yang membutuhkan tempat tinggal lebih layak.
- Percepatan pembersihan lumpur pascabencana.
- Penyediaan air bersih yang memadai bagi masyarakat.
"Kita akan selesaikan sampai tuntas," janji Tito dengan penuh keyakinan.
Bantuan Nyata untuk Perbaikan Rumah Rusak
Sebagai bentuk komitmen nyata, pemerintah telah menyediakan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak, khususnya terkait kerusakan rumah. Bantuan tersebut dialokasikan berdasarkan tingkat kerusakan, yaitu:
- Rp 15 juta untuk perbaikan rumah dengan kerusakan ringan.
- Rp 30 juta untuk rumah dengan kerusakan kategori sedang.
- Rp 60 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat atau bahkan hilang.
Ajakan Kebersamaan dalam Proses Pemulihan
Tito menekankan pentingnya semangat kebersamaan dari semua pihak untuk mempercepat pemulihan pascabencana Sumatera. Ia memohon dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Kebersamaan sangat penting sekali dan semangat dari kita semua," pungkas Tito, mengakhiri kunjungannya yang penuh makna di Aceh Tamiang.