Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau program ketahanan pangan dan pengembangan UMKM yang menjadi wajah baru pulau penjara tersebut. Salah satu lokasi yang didatangi adalah Balai Latihan Kerja Tempat Pembuangan Akhir (BLK TPA).
Titiek Dorong Pemilahan Sampah di Lapas
Titiek bertanya kepada mitra yang diajak pihak lapas untuk mengajar narapidana mengolah sampah, "Sampah ini kan dipilah-pilah. Produknya jadinya apa nanti?" Mitra menjawab bahwa sampah organik diolah menjadi debu yang kemudian disebar ke tanah sebagai pupuk, sementara sampah plastik dipisahkan untuk dijual.
Menanggapi hal itu, Titiek berharap BLK Nusakambangan memiliki mesin pengolah limbah plastik. "Mungkin ke depan bisa cari mesin yang misahin plastik, jadi plastiknya diolah jadi apa," ujarnya. Kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Titiek menyampaikan harapan agar budaya memilah sampah diterapkan di dalam lapas. "Pak Menteri, mungkin nanti ke depan dari dapur-dapur lapas itu pisahin mana sampah organik, sampah plastik. Sehingga mungkin yang organik bisa jadi pupuk. (Dipisah antara) plastik, kaleng sama yang sayur-sayur," kata Titiek. Menteri Agus pun berterima kasih atas saran tersebut.
Transformasi Nusakambangan
Sebelumnya, Titiek didampingi Menteri Agus, Dirjen Pemasyarakatan Mashudi, dan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko meninjau berbagai aktivitas narapidana, seperti workshop batako dan paving blok FABA, peternakan unggas, persawahan, dan BLK pembuatan pupuk kandang. Transformasi Nusakambangan merupakan ide Menteri Agus setelah dilantik Prabowo. Ia menerima laporan BPK tentang banyak aset Kemenimipas berupa lahan tidur, sehingga ia menghidupkannya kembali dengan membangun BLK agar napi memiliki kegiatan pengembangan diri. Keterampilan yang didapat di BLK diharapkan menjadi bekal saat mereka bebas dan tidak kembali melakukan kejahatan.
Prasarana pelatihan yang telah berdiri di Nusakambangan antara lain workshop batako dan paving block berbahan FABA, BLK konveksi, BLK pengolahan pupuk organik, budidaya ikan Sidat, pengolahan sampah, budidaya ikan Nila, Lele, Bawal, tambak udang Vaname, peternakan sapi, domba, unggas, BLK pelintingan rokok, BLK produksi Mocaf, hingga budidaya anggrek.



