Satgas PRR Percepat Huntara dan DTH, Targetkan Pengungsi Berkurang Saat Lebaran
Satgas PRR Percepat Huntara-DTH, Targetkan Pengungsi Berkurang

Satgas PRR Pacu Pembangunan Huntara dan Salurkan DTH, Targetkan Pengurangan Pengungsi Jelang Lebaran

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengintensifkan upaya untuk meningkatkan okupansi hunian sementara (huntara) dan mempercepat penyaluran dana tunggu hunian (DTH). Langkah strategis ini bertujuan mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Target Pengurangan Pengungsi Sebelum Idulfitri 2026

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menurunkan angka pengungsi di tenda sebelum perayaan Idulfitri 2026. "Pengungsi di tenda akan terus berkurang hingga Idulfitri yang akan datang. Kami optimistis jumlah pengungsi akan terus berkurang dan menempati huntara. Sehingga kita tidak melihat lagi pengungsi di tenda," ujar Amran dalam keterangan resminya pada Selasa (10/3/2026).

Amran menjelaskan bahwa tahapan skema rehabilitasi dan rekonstruksi akan dijalankan secara berkelanjutan, mencakup peningkatan okupansi huntara, penyaluran DTH, serta pembersihan lumpur di area terdampak.

Progres Pembangunan Huntara di Tiga Provinsi

Berdasarkan laporan terkini Satgas PRR per 10 Maret 2026, pembangunan huntara di tiga provinsi telah menunjukkan kemajuan signifikan:

  • Total unit huntara yang direncanakan: 18.697 unit
  • Unit yang sudah rampung: 14.725 unit (78%)

Rincian progres per provinsi adalah sebagai berikut:

  1. Provinsi Aceh: 12.926 unit selesai dari total 16.847 unit (76%)
  2. Sumatera Utara: 969 unit selesai dari total 1.020 unit (95%)
  3. Sumatera Barat: 830 unit selesai dari total 830 unit (100%)

Percepatan Pembangunan Huntap dan Penyaluran DTH

Seraya meningkatkan okupansi huntara, Satgas PRR juga telah memulai pembangunan hunian tetap (huntap) secara bertahap. Data per Senin (9/3) menunjukkan 1.463 unit sedang dalam proses pembangunan dari total 36.669 unit yang direncanakan, dengan enam unit telah selesai dibangun.

Selain itu, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) telah digelontorkan bagi penyintas bencana yang memilih tidak tinggal di huntara. Bantuan ini diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.

Hingga saat ini, penyaluran DTH telah mencapai 100% untuk 12.771 penerima di tiga provinsi, dengan rincian:

  • Aceh: 6.846 penerima
  • Sumatera Utara: 4.162 penerima
  • Sumatera Barat: 1.763 penerima

Dampak Signifikan pada Penurunan Pengungsi di Tenda

Strategi percepatan pembangunan huntara, huntap, dan penyaluran DTH telah membuahkan hasil nyata dalam mengurangi jumlah pengungsi di tenda. Data Satgas PRR per Senin (9/3) mencatat penurunan yang signifikan dari 2.300 kepala keluarga (KK) pada 8 Maret menjadi 1.872 KK pada 9 Maret, atau berkurang 428 KK. Angka ini setara dengan 5.963 jiwa pengungsi yang masih berada di tenda.

Upaya Satgas PRR ini diharapkan dapat terus mempercepat pemulihan pascabencana dan memastikan kesejahteraan pengungsi menjelang momen Idulfitri 2026.