Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera telah mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan hunian sementara (huntara). Target pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah mencapai 81 persen penyelesaian. Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda sebelum perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Percepatan Pembangunan Huntara
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per tanggal 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 15.346 unit huntara telah selesai dibangun dari total target 18.781 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan dua hari sebelumnya, yang hanya mencapai 14.725 unit. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses ini selama kunjungannya ke daerah terdampak di Gayo Lues, Aceh.
Rincian Progres per Provinsi
Progres pembangunan huntara bervariasi di setiap provinsi:
- Aceh: 13.547 unit telah rampung dari total 16.931 unit, dengan persentase 80 persen.
- Sumatera Utara: 969 unit selesai dari total 1.020 unit, mencapai 95 persen.
- Sumatera Barat: Seluruh 830 unit telah selesai dibangun, atau 100 persen.
Dukungan untuk Penyintas Bencana
Selain pembangunan huntara, Satgas PRR juga memberikan bantuan kepada keluarga yang baru menempati hunian sementara. Bantuan berupa perlengkapan dan makanan untuk 10 hari disalurkan oleh BNPB untuk memenuhi kebutuhan dasar sebelum penerimaan bantuan jaminan hidup dari pemerintah pusat. Suharyanto menjelaskan, langkah ini bertujuan meringankan beban warga selama masa transisi.
Pembangunan Hunian Tetap (Huntap)
Satgas PRR tidak hanya fokus pada huntara, tetapi juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap). Data per 12 Maret menunjukkan, dari total 36.669 unit huntap yang direncanakan, sebanyak 1.463 unit sedang dalam proses pembangunan. Hingga saat ini, 56 unit telah selesai, meningkat dari hanya enam unit dua hari sebelumnya.
Strategi Pengurangan Pengungsi Tenda
Peningkatan persentase pembangunan huntara dan huntap merupakan strategi kunci untuk menurunkan jumlah pengungsi di tenda. Per 11 Maret, tercatat 1.384 kepala keluarga (KK) atau setara 4.522 jiwa masih mengungsi di tenda. Selain itu, Satgas PRR menggelontorkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan bagi penyintas yang tidak memilih tinggal di huntara, dengan total Rp1,8 juta per KK.
Penyaluran Bantuan DTH
Penyaluran bantuan DTH telah mencapai 100 persen untuk 12.767 penerima di tiga provinsi. Rinciannya meliputi 6.846 penerima di Aceh, 4.162 penerima di Sumut, dan 1.759 penerima di Sumbar. Seluruh rekening penerima telah menerima transfer dana, menunjukkan efisiensi dalam distribusi bantuan.
Dengan berbagai upaya ini, pemerintah berharap dapat memastikan seluruh penyintas bencana di Sumatera telah berada di hunian yang layak sebelum Idul Fitri 2026, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pengungsian darurat.
