Wagub Rano Karno Tegaskan Jakarta Sebagai Rumah Bersama yang Aman dan Inklusif
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan ibu kota sebagai rumah bersama yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warga tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau latar belakang. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka pameran ilustrasi spesial Ramadan bertajuk Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 di Ashta District 8, SCBD, Jakarta Selatan, pada Jumat (5/3/2026).
Upaya Merawat Nilai Toleransi di Ibu Kota
Rano Karno menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta secara konsisten menghadirkan berbagai perayaan hari besar keagamaan secara meriah sebagai bagian dari upaya merawat nilai toleransi. "Kami berkomitmen untuk terus mempromosikan kerukunan dan inklusivitas di Jakarta," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (6/3/2026).
Ia memberikan contoh konkret kegiatan-kegiatan yang telah digelar, seperti:
- Rangkaian Natal melalui acara Christmas Carol menjelang Tahun Baru.
- Gambir Expo Festival yang memeriahkan berbagai tradisi budaya.
- Jakarta Light Festival yang masih berlangsung di kawasan Bundaran HI untuk menyambut bulan suci Ramadan.
- Pawai ogoh-ogoh yang direncanakan dalam rangka Hari Raya Nyepi.
Menurut Rano, kegiatan-kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan menghormati keberagaman di masyarakat.
Apresiasi terhadap Kegiatan Kreatif di Jakarta
Pameran IRJ 2026, yang berlangsung hingga 15 Maret 2026, menampilkan berbagai karya ilustrasi kontemporer serta diskusi di bidang kreatif dalam suasana yang reflektif. Puluhan karya dari seniman dan kreator dapat dinikmati masyarakat secara gratis selama acara berlangsung.
"Saya mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat mengapresiasi berbagai kegiatan kreatif yang diselenggarakan di Jakarta," kata Rano Karno. "Kita merasakan bersama bagaimana kegiatan-kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan dan inspirasi bagi masyarakat, sekaligus mendukung perkembangan seni dan budaya di ibu kota."
Dia menambahkan bahwa kegiatan seperti pameran ini tidak hanya memperkaya kehidupan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong dialog antarumat beragama dan latar belakang yang berbeda, sehingga memperkuat fondasi toleransi di Jakarta.
Komitmen Jangka Panjang untuk Kerukunan
Rano Karno menekankan bahwa komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari kebijakan berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta. "Jakarta harus menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal kerukunan dan inklusivitas," tegasnya. Dengan berbagai inisiatif yang telah dan akan dilaksanakan, diharapkan Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota yang ramah dan aman bagi semua penghuninya.
Dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan budaya, menurutnya, adalah kunci untuk memelihara harmoni sosial dan mencegah potensi konflik di masyarakat yang majemuk seperti Jakarta.
