Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Wujudkan 'Ramadan Hijau' di Istiqlal
Menag Ajak Wujudkan 'Ramadan Hijau' di Istiqlal

Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Wujudkan 'Ramadan Hijau' di Istiqlal

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, tampil sebagai penceramah dalam ibadah tarawih perdana Ramadan 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam khutbahnya yang bertajuk 'Ramadan Hijau, Ramadan Bersama', Menag mengajak seluruh umat Islam untuk merefleksikan makna spiritual warna hijau dalam kehidupan beragama.

Hijau Sebagai Simbol Kelembutan dan Pengasuhan

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa warna hijau memiliki makna simbolik yang mendalam. "Hijau sebagai simbolik daripada kesejukan. Hijau juga sering diartikan sebagai kelembutan dan mengasuh," ujarnya dalam ceramah yang disampaikan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Lebih lanjut, Menag memaparkan perbedaan filosofis antara warna hijau dan merah. "Kalau hijau itu simbol daripada nurturing. Nurturing itu kelembutan, kesejukan, keheningan, kepasrahan, kerinduan, putih, bersih, indah, elok, itu 'al-khadara' namanya. Itu hijau. Tapi kalau struggling, merah, struggling. Merah artinya berani, jantan, maskulin," jelasnya di hadapan jamaah yang memadati masjid nasional tersebut.

Agama Islam Mengajak Umat Menjadi Hijau

Dalam khutbahnya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa agama Islam sesungguhnya mendambakan semua umat untuk menjadi hijau. Menurutnya, hijau menonjol dengan 'jamaliyah' dan sifat Allah memiliki dimensi yang disebut 'Rububiyah' atau memelihara.

"Tapi Allah juga memiliki dimensi 'rububiyah', 'rabbun'. Rabbun itu memelihara, mengasuh, seakar kata dengan fakultas tarbiyah. Tarbiyah itu kan mendidik, mengasuh, mengayomi, meninabobokan, dan seterusnya. Jadi rububiyah-nya Allah yang paling menonjol dalam Al-Qur'an," imbuh dia dengan penuh penghayatan.

Menonjolkan Sifat Maha Lembut Allah

Menag Nasaruddin Umar menerangkan bahwa sifat Allah lebih banyak disebutkan sebagai Maha-Lembut dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh jamaah untuk menonjolkan simbol hijau dalam diri manusia.

"Bagaimana perlakuan dan sikap kepribadian Allah yang dilukiskan dalam Al-Qur'an lebih menonjolkan dirinya sebagai hijau daripada merah," ucapnya dengan suara yang tenang namun penuh makna.

Dia melanjutkan, "Lebih menonjolkan dirinya sebagai sosok figur yang Maha Lembut, Mahapengasih, Mahapenyayang. Tidak menampakkan dan menonjolkan dirinya sebagai Maha-Pendendam, Al-Muntaqim. Tidak menonjolkan dirinya sebagai Maha-Angkuh, Al-Mutakabbir."

Khutbah ini disampaikan dalam suasana khidmat tarawih perdana Ramadan 2026 di Masjid Istiqlal, yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Pesan tentang Ramadan Hijau ini diharapkan dapat menginspirasi umat Islam untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan pengasuhan terhadap sesama.