Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jakarta sebagai Kota Toleran
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan tekadnya untuk memberikan ruang ekspresi bagi seluruh warga dalam merayakan hari besar keagamaan di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks persiapan gelaran Pawai Ogoh-Ogoh yang akan diadakan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/3).
Jakarta: Kota Multikultur yang Menghargai Keberagaman
Dalam keterangannya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3), Pramono menegaskan bahwa Jakarta sebagai kota multietnik dan multikultur harus mampu memberikan tempat bagi setiap keyakinan. "Memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini," ujarnya, seperti dilaporkan Antara.
Ia menambahkan bahwa keberagaman telah menjadi bagian keseharian masyarakat Jakarta, dan hal ini perlu terus dijaga serta dirayakan melalui berbagai kegiatan inklusif.
Pawai Ogoh-Ogoh dan Penjor di Bundaran HI
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, untuk pertama kalinya kawasan Bundaran HI akan dipasang penjor, yaitu bambu tinggi melengkung yang dihias dengan janur, hasil bumi, dan kain berwarna putih atau kuning. Penjor ini merupakan simbol gunung suci (Gunung Agung) dan naga, yang melambangkan rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran.
Adapun Pawai Ogoh-Ogoh sendiri akan berlangsung dari pukul 06.30 hingga 09.00 WIB, dengan rute yang meliputi:
- Pintu Barat Daya Monas
- Jalan MH Thamrin
- Kembali ke titik awal
Rangkaian Kegiatan Menyambut Hari Raya Nyepi
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, memaparkan bahwa panitia telah menyusun serangkaian kegiatan dalam empat klaster utama untuk menyambut Hari Raya Nyepi, yaitu:
- Kegiatan keagamaan: Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, dan Ngembak Geni.
- Kegiatan sosial dan kemasyarakatan: Bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis.
- Festival budaya dan pendidikan: Seminar literasi keuangan dan UMKM, serta festival budaya.
- Parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi sebagai bentuk silaturahmi pasca-Nyepi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan diselenggarakan di berbagai lokasi di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Misalnya, Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, yang akan dihadiri oleh umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara itu, Tawur Agung akan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Mendorong Citra Jakarta sebagai Kota Toleran dan Berbudaya
Melalui inisiatif ini, Pramono Anung berharap dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang toleran, inklusif, dan kaya akan budaya. "Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita," tegasnya.
Kegiatan-kegiatan sosial dan budaya yang direncanakan, seperti bakti sosial dan festival budaya, tidak hanya bertujuan untuk merayakan keberagaman, tetapi juga untuk mendukung pengembangan UMKM dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan demikian, langkah ini diharapkan dapat menciptakan harmoni sosial yang lebih kuat di tengah masyarakat metropolitan yang majemuk.
