Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengimbau para pengusaha, khususnya yang beroperasi di daerah-daerah, untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pentingnya Persiapan Sosial bagi Pengusaha
Dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Bupperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026), Jumhur menyatakan bahwa setiap daerah bersama masyarakatnya memiliki pemahaman tersendiri tentang pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di suatu daerah harus memahami pentingnya menjaga lingkungan dan melihat kondisi masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan di sini, bagi siapapun yang justru ingin mengembangkan sayap usahanya di daerah dan sebagainya pesan saya adalah satu tadi, bagaimana mereka yang datang ke satu tempat kemudian berusaha apalagi berhubungan dengan kaitannya lingkungan di sana, maka pelajari, pelajari dengan matang untuk melakukan persiapan sosial atau sosial integrasi,” ungkap Jumhur.
Menghindari Dampak Negatif bagi Warga
Jumhur menegaskan bahwa jika pengusaha sebelum mendirikan usaha sudah memperhatikan lingkungan sekitar, maka tidak akan ada warga yang menderita akibat kerusakan lingkungan. “Sehingga dalam proses pembangunan itu tidak boleh lagi ada orang yang merasa tergusur atau digusur. Nah ini (menggusur warga) harus sudah mulai kita tinggalkan,” terangnya.
Libatkan Sumber Daya Manusia Lokal
Lebih lanjut, Menteri Jumhur mendorong pengusaha untuk memanfaatkan sumber daya manusia di daerah tersebut agar dilibatkan dalam usaha yang didirikan. Hal ini dinilai dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.
“Jangan mendatangkan orang dari luar semata-mata dan kemudian yang orang lokalnya malah tertinggal. Jadi saya rasa itu penting, social integration, social preparation, persiapan sosial, integrasi sosial dalam bisnis terutama yang terkait dengan lingkungan,” jelas Jumhur.
Ia pun berpesan agar investor yang datang ke suatu daerah dapat membawa kemakmuran yang berlipat ganda bagi warga setempat. “Pastikan mereka yang didatangi oleh investor di daerah itu punya kemakmuran yang berlipat-lipat, bukan kemakmuran yang justru menurun, ini yang nggak boleh,” pungkasnya.



