Jenazah Mantan Wapres Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan
Jenazah mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, telah disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian pemakaman beliau yang akan dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Upacara ini dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh nasional yang turut berduka cita.
Rangkaian Prosesi Pemakaman dengan Penuh Khidmat
Salat jenazah untuk Try Sutrisno dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jamaah yang memadati masjid bersejarah tersebut. Sebelumnya, jenazah telah dibawa dari rumah duka menuju masjid dalam iring-iringan yang dijaga ketat oleh aparat keamanan. Prosesi ini mencerminkan penghormatan tinggi terhadap sosok yang pernah menjabat sebagai wakil presiden pada era Presiden Soeharto.
Setelah salat jenazah selesai, jenazah kemudian akan diantar menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk dimakamkan. Pemakaman di Kalibata dipilih sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa Try Sutrisno dalam perjuangan dan pengabdiannya kepada negara. Diperkirakan, upacara pemakaman akan dihadiri oleh pejabat pemerintah, mantan menteri, serta masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Refleksi atas Kontribusi Try Sutrisno bagi Bangsa
Try Sutrisno, yang lahir pada 15 November 1935, dikenal sebagai tokoh militer dan politisi yang telah memberikan banyak kontribusi bagi Indonesia. Beliau menjabat sebagai Wakil Presiden RI dari tahun 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto. Selain itu, Try Sutrisno juga pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan memiliki peran penting dalam berbagai kebijakan pertahanan negara.
Meninggalnya Try Sutrisno pada usia 88 tahun meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Banyak pihak mengenangnya sebagai sosok yang tegas, berintegritas, dan dedikatif dalam menjalankan tugas negara. Prosesi pemakaman ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga pengingat akan warisan nilai-nilai kepemimpinan yang ditinggalkannya.
Dengan diselenggarakannya salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, masyarakat dapat turut serta mendoakan almarhum dalam suasana yang khidmat. Masjid ini dipilih karena memiliki nilai historis dan kapasitas yang memadai untuk menampung jamaah yang hadir. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dalam prosesi ini juga menunjukkan betapa pentingnya posisi Try Sutrisno dalam sejarah Indonesia.
