Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa

Jenazah Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

Jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, telah disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Senin, 2 Maret 2026. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian pemakaman kenegaraan yang akan dilanjutkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Kedatangan Jenazah dan Prosesi Salat

Jenazah tiba di masjid sekitar pukul 11.17 WIB, dibawa dalam peti dan ditempatkan di aula untuk disemayamkan sambil menunggu waktu salat Zuhur. Prosesi pelepasan di Masjid Sunda Kelapa dipimpin oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, bersama Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Yudian Wahyudi menjelaskan, "Di sini nanti pelepasannya dipimpin Panglima dan Kepala BPIP." Sementara itu, untuk upacara di TMP Kalibata, informasi sementara menyebutkan akan dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. "Untuk di Kalibata, yang saya dengar Pak Wapres," tambahnya.

Tokoh-Tokoh yang Hadir

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam prosesi ini, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan mendalam terhadap almarhum.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 2, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum diberangkatkan ke masjid. Presiden Prabowo Subianto juga memimpin langsung upacara pemakaman di TMP Kalibata, termasuk Apel Persada sebagai bentuk penghormatan terakhir negara.

Profil Singkat Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dan wafat pada usia 90 tahun. Dia adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia keenam dari tahun 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto.

Karier militernya dimulai dengan partisipasi dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada 1957, dan dia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI dari 1988 hingga 1993. Setelah masa jabatannya, Try Sutrisno aktif sebagai Ketua Pepabri dan sesepuh partai, meninggalkan warisan sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Pemakaman di TMP Kalibata dilakukan dengan penghormatan militer dan dihadiri berbagai tokoh nasional, menandai akhir perjalanan seorang negarawan yang berdedikasi.