Ipda Dongan: Polisi yang Mengabdi dengan Mengajar Bahasa Inggris di Pulau Terluar Riau
Ipda Dongan Marulitua Manalu, seorang anggota polisi yang bertugas di pulau terluar Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menunjukkan dedikasi luar biasa di luar tugas utamanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia secara sukarela mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak setempat, sebuah inisiatif yang telah mendapatkan apresiasi luas dan bahkan mengantarnya menjadi nominasi dalam program Hoegeng Awards 2026.
Dukungan dari Warga dan Pejabat Setempat
Sulaiman, seorang guru di Desa Sungai Cina, Rangsang Barat, menceritakan bagaimana Ipda Dongan sering berkunjung ke sekolahnya untuk berbagi ilmu bahasa Inggris. "Tiap kali datang dia sering memberikan sedikit ilmu dan berkomunikasi dengan anak-anak terkait kemampuannya berbahasa Inggris dan pengalamannya. Pokoknya anak-anak suka," ujar Sulaiman. Ia juga menggambarkan Ipda Dongan sebagai sosok yang bersahaja dan selalu menyapa terlebih dahulu saat bertemu di jalan.
Iskandar, Sekretaris Kecamatan Rangsang Pesisir, turut memuji kinerja Ipda Dongan yang dekat dengan masyarakat. "Artinya apa yang kami laporkan dan apa yang kami sampaikan itu bukan hanya sebatas seremoni, tapi memang itulah yang terjadi di lapangan," imbuhnya. Iskandar menekankan bahwa Ipda Dongan aktif dalam berbagai kegiatan kecamatan dan menggunakan kemampuan bahasa Inggrisnya saat berkoordinasi, bahkan dalam percakapan sehari-hari.
Kisah Perjalanan dan Metode Mengajar yang Unik
Ipda Dongan, yang telah berdinas di Meranti sejak 2013, memulai kegiatan mengajarnya saat masih bertugas di Polair dengan pangkat Bripka. Ia tertarik mengajar anak-anak, terutama dalam baca tulis dan bahasa Inggris, karena banyak warga setempat yang bekerja sebagai TKI di luar negeri. "Saya membuat sebuah perbedaan, memperkenalkan hal yang baru, Bahasa Inggris dan kembali lagi mengajarkan cara baca tulis sebenarnya sesuai bahasa Indonesia," jelasnya.
Setelah sempat ditugaskan sebagai pasukan perdamaian PBB di luar negeri, Ipda Dongan kembali ke Indonesia dan ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Rangsang Barat. Ia melanjutkan pengajarannya di Desa Sungai Cina dan Desa Bina Maju dengan pendekatan yang tidak formal. "Jadi anak-anak itu lebih happy enjoy terhadap belajar," ujarnya. Ia menerjemahkan kalimat dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dan mengemasnya dalam bentuk permainan, sehingga anak-anak lebih menikmati proses belajar.
Dampak Positif dan Pengakuan
Metode mengajar Ipda Dongan telah membuahkan hasil positif. Anak-anak kini dapat memperkenalkan diri dan berbicara dalam bahasa Inggris dengan lebih percaya diri. "Mereka jadi bisa setidaknya, berbicara melontarkan satu kata demi satu kata bahkan tampil berdiri untuk memperkenalkan berbicara dengan bahasa asing demikian," tambah Ipda Dongan.
Atas kontribusinya, banyak masyarakat memberikan testimoni dan apresiasi, yang kemudian terdengar hingga Kapolda Riau. Hal ini mengantarkan Ipda Dongan untuk mengikuti sekolah perwira dan kini ia dipercaya sebagai Wakapolsek Rangsang, membawahi dua kecamatan. Kegiatannya tidak terbatas di sekolah; ia juga mengajar di tempat kumpul anak-anak desa, dengan jumlah peserta antara 10 hingga 20 orang, mencakup materi dasar seperti perkenalan diri dan penggunaan tenses.
Pengabdian Ipda Dongan ini menjadi contoh nyata bagaimana seorang polisi dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan di daerah terpencil.



