Wamendagri: Idulfitri 1447 Hijriah Momentum Kebersamaan Bangsa Hadapi Tantangan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa hari raya Idulfitri 1447 Hijriah merupakan momen penting untuk memperkuat kebersamaan bangsa. Ia menekankan bahwa nilai kebersamaan ini tidak hanya krusial bagi masyarakat, tetapi juga bagi para pemimpin, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik yang sedang terjadi.
Pentingnya Kebersamaan di Tengah Tantangan Nasional
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Sabtu, 21 Maret 2026, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, "Secara nasional, banyak tantangan kita, tapi yakinlah bila dengan kebersamaan kita, dengan tradisi kita menguatkan kebersamaan, maka kita akan bisa melewati semua." Pernyataan ini disampaikan usai ia menunaikan salat Idulfitri di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.
Wamendagri juga mengapresiasi upaya menjaga kebersamaan yang dilakukan oleh para pimpinan, khususnya di Kota Bogor, melalui sinergi yang kuat antara ulama dan umara. Ia menilai, sinergi semacam ini menjadi contoh positif yang perlu dipertahankan dan dikembangkan di berbagai daerah lainnya.
Kekuatan Sosial dari Suasana Bogor yang Guyub
Bima Arya Sugiarto turut menyoroti suasana khas Kota Bogor yang sejuk serta masyarakatnya yang guyub sebagai kekuatan sosial yang harus terus dirawat. Menurutnya, kebersamaan yang tercipta dalam lingkungan seperti ini menjadi sumber energi positif untuk menjawab berbagai tantangan ke depan.
Ia menjelaskan, makna Idulfitri yang paling utama adalah kembali ke fitrah. Selama bulan Ramadan, umat Islam telah ditempa melalui berbagai ujian untuk kemudian bertekad menjadi pribadi yang lebih baik. Hal ini juga menjadi pengingat bagi para pemimpin untuk terus berikhtiar memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
"Kita menyadari jati diri kita sebagai manusia yang serba kekurangan. Kita berusaha untuk selalu menjadi lebih baik," tambah Bima Arya Sugiarto.
Upaya Pemerintah Mengakomodasi Aspirasi Masyarakat
Di sisi lain, Wamendagri menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat. Meskipun tidak semua persoalan dapat dituntaskan dalam waktu singkat, ia meminta masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah pusat maupun daerah agar dapat bekerja secara optimal.
"Untuk bisa bekerja keras menunaikan semua harapan dari warga," pungkasnya. Dengan demikian, momentum Idulfitri diharapkan tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai penguat solidaritas nasional dalam menghadapi tantangan bersama.



