BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Bertahap Antisipasi El Nino di Musim Kemarau
BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mempersiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan aktif mulai Juni 2026. Tujuan utama dari operasi ini adalah menjaga ketersediaan air dan mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Strategi OMC untuk Mengisi Tampungan Air

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, menjelaskan bahwa strategi OMC akan difokuskan untuk mengisi tampungan air seperti embung, waduk, bendungan, dan daerah tangkapan air saat memasuki musim kemarau. Upaya ini dilakukan agar cadangan air tetap mencukupi selama kemarau panjang berlangsung.

“Sekarang di musim kemarau kita melakukan operasi lagi ketika masih ada awan, kita melakukan intervensi agar daerah-daerah itu dapat terisi catchment area-nya hingga tampungan airnya di embung-embung, di waduk-waduk, hingga sampai di Danau Toba sekalipun agar kita jadi lebih siap,” ujar Teuku Faisal di Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perkiraan El Nino dan Dampaknya

BMKG memperkirakan El Nino akan aktif mulai Juni 2026 dengan intensitas moderate hingga kuat. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat musim kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir, terutama saat puncak kemarau pada Agustus hingga September.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak lanjutan El Nino, termasuk ancaman kekeringan dan karhutla. BMKG kini memfokuskan pengawasan di enam provinsi rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kunci Keberhasilan OMC

Teuku Faisal menegaskan bahwa OMC hanya dapat dilakukan apabila terdapat awan yang bisa disemai. Oleh karena itu, intervensi dilakukan lebih awal sebelum kondisi benar-benar kering. “Kalau tidak ada awan kita tidak bisa semai,” imbuhnya.

Sebelumnya, BMKG juga telah mengoptimalkan OMC di kawasan Danau Toba untuk menjaga ketersediaan air bagi pembangkit listrik, irigasi, dan kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari antisipasi musim kemarau 2026.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga