Anggota Dewan PAN Berguru ke Pasukan Oranye soal Sampah Jakarta
Anggota Dewan PAN Berguru ke Pasukan Oranye

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta menggelar agenda belajar lapangan yang unik. Mereka berguru kepada petugas Pasukan Oranye di pinggir jalur hijau kota, tanpa sekat protokoler. Kehadiran para legislator lintas provinsi ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan misi khusus untuk menyerap ilmu tentang realita kedaruratan sampah yang dihadapi setiap hari.

Belajar Langsung dari Pasukan Oranye

Para anggota dewan antusias mendengarkan penjelasan mengenai pola penumpukan limbah, jalur distribusi sampah, hingga teknik pemilahan hulu yang efektif agar tidak membebani tempat pembuangan akhir. Pendekatan humanis dan kesediaan mendengar langsung pengalaman para petugas membuat suasana di lapangan mencair dan penuh haru.

Bagi Pasukan Oranye, kehadiran wakil rakyat yang mau turun langsung, berdialog, dan memahami tantangan sehari-hari merupakan bentuk apresiasi yang membangkitkan rasa dihargai. "Jujur aja saya kaget sekaligus bangga, Pak. Nggak pernah kepikiran kalau ternyata orang-orang dewan yang rapi-rapi mau panas-panasan bareng kita, terus nanya 'Pak, ini milahnya gimana? Kendalanya apa aja?'. Biasanya kan kita cuma dilihat sebelah mata aja di pinggir jalan, kayak kagak ada harganya. Hari ini berasa bangga banget saya, bisa jadi 'guru' dadakan buat bapak dewan," ucap Junaedi (50), dengan mata berkaca-kaca.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dasar Regulasi Lingkungan

Bagi PAN, pengalaman langsung dari lapangan ini jauh lebih berharga daripada berdebat di ruang sidang. Suara dan keluhan langsung dari Pasukan Oranye akan menjadi fondasi bagi Fraksi PAN di seluruh Indonesia dalam mengawal kebijakan lingkungan hidup di tingkat daerah. "Kalau mau betul-betul 'Bantu Rakyat', lepas dulu atribut pejabatnya, turunkan sekat birokrasinya, dan datanglah sebagai murid yang siap belajar. Saya minta semua legislator PAN pulang membawa 'PR' hasil dari belajar di lapangan ini untuk dieksekusi di daerah masing-masing," ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Output Agenda Belajar

Output dari agenda belajar ini sangat jelas: setiap anggota legislatif PAN diwajibkan menyusun rencana kerja konkret dan mendorong lahirnya regulasi lokal (Perda) yang tidak hanya fokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memanusiakan serta memperkuat instrumen perlindungan bagi para pekerja kebersihan di daerah masing-masing.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga