Hati-hati, Nama Ibu Kandung di Undangan Nikah Bisa Disalahgunakan
Nama Ibu di Undangan Nikah Berisiko Disalahgunakan

Viral di Media Sosial: Nama Ibu Kandung di Undangan Nikah Dinilai Berisiko

Sebuah unggahan di media sosial X ramai diperbincangkan setelah menyebutkan bahwa nama ibu kandung tidak seharusnya ditulis dalam undangan pernikahan. Unggahan tersebut mengklaim bahwa nama ibu kandung termasuk informasi sensitif yang dapat disalahgunakan.

Akun @dv**** menulis pada Sabtu (18/7/2026): "Single (yang mau nikah) to single: Jangan nulis nama lengkap ibu kandung di undangan (ISO/IEC 27701). Cmiiw anak cybersec hehe." Unggahan ini langsung mendapat respons dari warganet, termasuk akun @Fle****** yang menambahkan penjelasan pada Minggu (19/7/2026).

Alasan Keamanan: Nama Ibu Jadi Kunci Verifikasi Perbankan

Menurut akun @Fle******, nama ibu kandung sering digunakan sebagai salah satu metode verifikasi di perbankan dan jasa keuangan. "Nama Ibu itu dipakai jadi salah satu verifikasi di perbankan dan jasa keuangan. Contohnya, kalau mau melakukan transaksi tertentu atau kalau kita lupa sama akses. Biasanya ditanyain sama pihak bankernya," tulisnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dengan mencantumkan nama ibu di undangan fisik atau digital, risiko penyalahgunaan data meningkat. "Dengan terteranya nama Ibu di undangan fisik atau digital, itu akan menaikkan resiko penyalahgunaan data Ibu kita dan resiko akses ilegal terhadap akun perbankan dan jasa keuangan tersebut," lanjutnya.

Praktik Keamanan Data yang Perlu Diperhatikan

Peringatan ini sejalan dengan standar keamanan data seperti ISO/IEC 27701 yang mengatur tentang perlindungan informasi pribadi. Informasi seperti nama ibu kandung, nomor KTP, atau tanggal lahir sering menjadi target pencurian identitas karena digunakan sebagai pertanyaan keamanan di berbagai layanan.

Bagi calon pengantin, disarankan untuk tidak mencantumkan data sensitif dalam undangan. Sebagai alternatif, cukup gunakan nama orang tua tanpa menyertakan nama lengkap ibu, atau gunakan panggilan keluarga. Langkah kecil ini dapat mengurangi risiko penyalahgunaan data di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga