Kisah Dasep Ahmadi, Inisiator Mobil Listrik Nasional yang Berakhir di Penjara
Dasep Ahmadi, Inisiator Mobil Listrik Nasional Berakhir di Penjara

Kisah Pilu Inisiator Mobil Listrik Nasional Indonesia

Jauh sebelum tren mobil listrik berkembang pesat dan menjadi sorotan global seperti saat ini, Indonesia ternyata pernah memiliki sosok visioner yang berupaya mewujudkan mobil listrik nasional. Menurut pemberitaan Kompas.com pada 15 Maret 2016, seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Dasep Ahmadi telah menginisiasi pembuatan mobil listrik karya anak bangsa sejak tahun 2013.

Harapan Kebangkitan Mobil Nasional yang Vakum

Proyek ambisius yang digagas Dasep Ahmadi sempat diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali mobil nasional Indonesia, yang telah lama vakum dan tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Pada masa itu, ide mobil listrik masih dianggap sebagai konsep futuristik dan belum banyak diadopsi secara massal, baik di dalam maupun luar negeri.

Dasep, dengan latar belakang pendidikan teknik dari ITB, mencoba membawa angin segar dengan inovasinya. Ia bertekad menciptakan kendaraan ramah lingkungan yang dapat diproduksi secara lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membuka lapangan kerja baru di sektor otomotif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjuangan yang Berakhir dengan Proses Hukum

Namun, alih-alih membawa kemajuan dan kemandirian industri otomotif tanah air, perjuangan panjang Dasep Ahmadi justru berakhir tragis. Bukannya menuai kesuksesan, upayanya tersebut malah berujung pada proses hukum yang rumit dan memakan waktu cukup lama.

Akibat dari berbagai persoalan yang menyertai proyek mobil listriknya, Dasep terpaksa harus menghadapi konsekuensi berat. Ia akhirnya dijatuhi hukuman dan harus mendekam di balik jeruji penjara, mengubur impiannya untuk melihat mobil listrik nasional melaju di jalanan Indonesia.

Kisah ini menjadi catatan penting dalam sejarah industri otomotif Indonesia, menunjukkan betapa sulitnya mewujudkan inovasi di tengah berbagai tantangan regulasi, finansial, dan teknis. Meski gagal, upaya Dasep Ahmadi patut diingat sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju kemandirian teknologi transportasi di Tanah Air.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga