Hoaks Bantuan Dana Rp 40 Juta dari Gibran, Video Dibuat dengan Artificial Intelligence
Sebuah informasi menyesatkan beredar di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta kepada masyarakat pengguna platform tersebut. Narasi hoaks ini menyebar dengan cepat, meminta masyarakat untuk menyukai dan membagikan ulang unggahan tertentu di Facebook sebagai syarat untuk menerima bantuan dana tersebut.
Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com
Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut terbukti tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks. Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa video yang menampilkan pernyataan Gibran Rakabuming Raka ternyata dibuat menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Video tersebut direkayasa secara digital untuk menciptakan ilusi bahwa Wapres secara resmi mengumumkan program bantuan dana tersebut.
Kronologi Penyebaran Hoaks
Narasi menyesatkan ini pertama kali dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada tanggal 12 Februari 2026. Akun tersebut memposting konten yang mengklaim bahwa Gibran Rakabuming Raka, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden, telah meluncurkan inisiatif bantuan finansial bagi pengguna Facebook. Pesan tersebut dengan cepat viral, menarik perhatian banyak netizen yang tertarik dengan janji bantuan dana tersebut.
Modus operandi hoaks ini cukup umum, di mana pelaku memanfaatkan nama figur publik terkemuka untuk meningkatkan kredibilitas dan menjangkau audiens yang lebih luas. Masyarakat diminta untuk berpartisipasi dalam aktivitas sederhana seperti like dan share sebagai bentuk dukungan atau syarat penerimaan bantuan.
Bahaya Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Kasus ini menyoroti risiko signifikan dari penyebaran informasi palsu di platform digital seperti Facebook. Hoaks semacam ini tidak hanya menyesatkan publik tetapi juga dapat mengeksploitasi harapan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Penggunaan teknologi AI untuk membuat konten video yang tampak autentik menambah kompleksitas dalam mendeteksi dan memerangi misinformasi.
Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikan konten di media sosial. Masyarakat didorong untuk selalu memeriksa sumber berita resmi dan menghindari terjerat dalam skema yang menjanjikan keuntungan finansial dengan syarat yang tidak masuk akal.
Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini mengingatkan kita akan perlunya literasi digital yang lebih kuat dan kewaspadaan kolektif terhadap ancaman hoaks yang semakin canggih dengan bantuan teknologi seperti AI.