Foto Kanibalisme Viral Dikaitkan Kasus Epstein, Ternyata Konten Hoaks Menyesatkan
Sebuah foto mengejutkan yang menampilkan praktik kanibalisme telah beredar luas di berbagai platform media sosial. Gambar tersebut menunjukkan tubuh manusia yang telah terpanggang, diletakkan di atas meja makan layaknya hidangan. Dalam penyebarannya, foto ini dikaitkan secara keliru dengan kasus perdagangan seks anak yang melibatkan Jeffrey Epstein, seorang finansial terpidana asal Amerika Serikat.
Viral Usai Pengungkapan Dokumen oleh Kementerian Kehakiman AS
Gelombang penyebaran konten ini terjadi setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis ribuan dokumen terkait investigasi kasus Epstein. Momentum pengungkapan ini dimanfaatkan oleh akun-akun tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan foto kanibalisme dengan narasi yang menghubungkannya secara langsung dengan skandal Epstein, meskipun tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan verifikasi mendalam terhadap foto yang viral tersebut. Hasil investigasi menunjukkan bahwa gambar tubuh terpanggang itu disebarkan dengan konteks yang sepenuhnya keliru dan menyesatkan publik. Tidak ada kaitan antara konten visual mengerikan itu dengan kasus perdagangan manusia atau jaringan kejahatan Epstein yang sedang diselidiki.
Mekanisme Penyebaran Hoaks di Era Digital
Kasus ini mengingatkan kita pada betapa mudahnya informasi palsu menyebar, terutama ketika dikaitkan dengan isu-isu sensitif yang sedang menjadi sorotan media. Beberapa pola yang teridentifikasi dalam penyebaran hoaks ini antara lain:
- Eksploitasi momen aktual seperti pengungkapan dokumen kasus Epstein
- Penggunaan gambar-gambar mengerikan untuk memancing emosi dan keterlibatan
- Penyamarataan narasi tanpa verifikasi fakta terlebih dahulu
- Penyebaran melalui platform media sosial dengan jangkauan luas
Masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis terhadap konten-konten yang beredar di media sosial, terutama yang mengandung unsur kekerasan atau klaim luar biasa tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Verifikasi silang dengan media terpercaya seperti Kompas.com menjadi langkah penting sebelum mempercayai atau membagikan informasi lebih lanjut.