Pakar Ungkap Risiko Kebocoran Data dan Ketidakramahan Sistem Coretax
Risiko Kebocoran Data dan Ketidakramahan Sistem Coretax

Pakar Keamanan Siber Soroti Ketidakramahan Sistem Coretax dan Risiko Kebocoran Data

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya memberikan pernyataan tegas mengenai sistem perpajakan Coretax yang dinilai belum ramah bagi pengguna. Ia menilai bahwa maraknya penggunaan jasa joki SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) menjadi indikator kuat bahwa sistem tersebut masih sulit diakses, bahkan oleh masyarakat awam dan pejabat tinggi.

Kesulitan yang Dialami Berbagai Kalangan

Alfons Tanujaya menyoroti bahwa kesulitan dalam menggunakan Coretax tidak hanya dialami oleh masyarakat umum, tetapi juga oleh pejabat pemerintah. Ia memberikan contoh nyata dengan menyebutkan bahwa seorang menteri keuangan pun mengalami kendala saat mencoba mengoperasikan sistem ini. "Betul, bahkan kita lihat sendiri menteri keuangan saja kesulitan menggunakan Coretax. Apalagi awam," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang mengungkapkan keprihatinan mendalam.

Fenomena ini, menurutnya, menunjukkan bahwa desain dan antarmuka Coretax masih memerlukan perbaikan signifikan untuk meningkatkan kemudahan akses dan penggunaannya. Tanpa perbaikan tersebut, ketergantungan pada jasa joki SPT diprediksi akan terus meningkat, yang pada gilirannya dapat menghambat efisiensi proses perpajakan di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Risiko Kebocoran Data Pribadi yang Mengintai

Dari perspektif keamanan siber, Alfons Tanujaya menegaskan bahwa penggunaan jasa joki SPT membawa risiko kebocoran data pribadi yang sangat tinggi. Ketika wajib pajak menyerahkan informasi sensitif mereka kepada pihak ketiga yang tidak terverifikasi secara resmi, data tersebut rentan terhadap penyalahgunaan atau pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Risiko ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat data pribadi yang bocor dapat digunakan untuk berbagai kejahatan siber, seperti penipuan atau pemalsuan identitas. Alfons menekankan pentingnya meningkatkan keamanan sistem Coretax sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan jasa joki yang tidak terpercaya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Coretax untuk memastikan bahwa sistem tersebut tidak hanya aman dari ancaman siber, tetapi juga mudah digunakan oleh semua kalangan, dari pejabat hingga masyarakat biasa. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada jasa joki dan melindungi data pribadi wajib pajak secara lebih efektif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga