KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa cemas atau curiga bahwa seseorang diam-diam melacak posisi Anda? Di era digital saat ini, kekhawatiran tersebut sangat wajar. Perangkat pelacak pintar berukuran mini kini semakin mudah didapatkan dan bisa ditempatkan di kendaraan atau barang pribadi untuk tujuan stalking.
Kasus Penguntitan yang Mencuat
Baru-baru ini, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Ardianto, mengalami pengalaman serupa. Ia mendapati adanya alat pelacak yang dipasang secara diam-diam. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman privasi di era digital.
Cara Mendeteksi Alat Pelacak
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan alat pelacak:
- Periksa secara visual: Perhatikan bagian bawah kendaraan, kolong dashboard, atau tempat tersembunyi lainnya. Alat pelacak biasanya berbentuk kecil, hitam, atau silver dengan magnet.
- Gunakan aplikasi detektor: Aplikasi seperti Find My Device atau Bluetooth Scanner dapat membantu mendeteksi perangkat Bluetooth yang mencurigakan di sekitar Anda.
- Perhatikan tanda-tanda aneh: Baterai ponsel cepat habis, ponsel terasa panas, atau muncul suara aneh saat panggilan bisa menjadi indikasi adanya pelacakan.
- Konsultasi dengan ahli: Jika mencurigai adanya alat pelacak, segera hubungi pihak berwenang atau teknisi keamanan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah penguntitan digital, terapkan kebiasaan berikut:
- Nonaktifkan Bluetooth dan Wi-Fi saat tidak digunakan.
- Periksa pengaturan lokasi pada ponsel dan batasi akses aplikasi.
- Gunakan casing anti-pelacak atau pelindung RFID untuk kartu dan perangkat.
- Lakukan pemeriksaan rutin pada kendaraan dan barang pribadi.
Dengan meningkatnya kasus stalking digital, kesadaran dan langkah proaktif menjadi kunci untuk melindungi privasi dan keamanan diri. Jangan ragu untuk melaporkan jika menemukan alat pelacak mencurigakan kepada pihak berwenang.



