Hacker Iran Klaim Retas Drone FBI, Ancam Target Piala Dunia
Hacker Iran Retas Drone FBI, Ancam Piala Dunia

Kelompok Hacker Iran Handala Klaim Retas Drone FBI

Washington DC - Sebuah kelompok hacker yang terkait dengan Iran, bernama Handala, mengklaim telah berhasil meretas drone-drone milik Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat. Mereka juga mengancam akan menargetkan Piala Dunia 2026 yang baru saja dimulai di AS pekan ini.

Klaim tersebut dilaporkan oleh SITE Intelligence Group, sebuah organisasi pemantau kelompok jihadis, yang mempublikasikan pernyataan dari Handala pada Jumat (12/6/2026). Dalam pernyataannya, Handala mengaku telah memiliki akses "selama berbulan-bulan" ke "setiap gambar dan setiap tersangka" yang ditangkap oleh drone first-person view (FPV) yang digunakan oleh FBI.

Drone FBI Dilengkapi Teknologi Pengenalan Wajah

Menurut Handala, drone-drone tersebut dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah dan pemeriksaan plat nomor yang digunakan untuk operasi kontra-terorisme. Mereka mengancam, "Sebaiknya perketat keamanan Piala Dunia Anda, kami sama sekali tidak menyukai beberapa tim tersebut. Jangan lupa: FPV ada di mana-mana; Anda tidak pernah tahu kapan salah satunya mungkin berakhir tepat di bus tim Anda."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

FBI sendiri telah mengerahkan sejumlah drone di sekitar stadion Piala Dunia untuk melindungi dari pesawat-pesawat yang tidak berizin. Penerbangan drone dilarang di atas stadion-stadion AS yang menjadi tuan rumah pertandingan, serta di atas lokasi acara penggemar yang terkait dengan Piala Dunia yang dimulai pada Kamis (11/6) waktu setempat.

Peringatan Sebelumnya dari Departemen Kehakiman AS

Departemen Kehakiman AS sebelumnya telah memperingatkan potensi serangan siber oleh para hacker Iran, menyusul perang yang berkecamuk di Timur Tengah antara AS dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari lalu. Handala juga mempublikasikan foto-foto dan rekaman video yang, menurut mereka, diambil dari drone-drone FBI yang diretas. Namun, SITE membantah klaim tersebut.

Salah satu video yang diduga hasil peretasan tersebut, menurut SITE, sebenarnya diproduksi oleh platform perangkat lunak pada Desember 2024 untuk mempromosikan penggunaan teknologi oleh departemen kepolisian AS untuk survei kerusakan akibat tornado. Pada Maret lalu, Handala mengklaim telah meretas akun email Direktur FBI Kash Patel dan mempublikasikan foto-foto pribadi serta materi lainnya secara online.

Imbalan hingga Rp 178,4 Miliar untuk Informasi

Departemen Luar Negeri AS telah menawarkan imbalan hingga US$ 10 juta, atau setara dengan Rp 178,4 miliar, untuk informasi yang mengarah pada identifikasi anggota-anggota kelompok hacker tersebut. Ancaman ini menjadi perhatian serius mengingat Piala Dunia 2026 sedang berlangsung di AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga