Akun Palsu Atasnama Menkeu Purbaya Sebarkan Kuis Hoaks Sambut Ramadhan
Akun Palsu Atasnama Menkeu Sebar Kuis Hoaks Ramadhan

Akun Facebook Palsu Atasnama Menkeu Purbaya Sebarkan Kuis Hoaks Sambut Ramadhan

Sebuah akun Facebook yang mengklaim sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengunggah konten mencurigakan berupa kuis susun kata berhadiah. Unggahan tersebut dikatakan sebagai bagian dari perayaan menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, berdasarkan investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, telah terungkap bahwa akun tersebut sepenuhnya palsu dan unggahannya merupakan informasi hoaks yang menyesatkan.

Detil Unggahan Menipu yang Beredar Luas

Akun Facebook tiruan itu memposting narasi yang mengundang perhatian publik pada Rabu, 18 Februari 2026. Kontennya menawarkan hadiah menarik melalui permainan susun kata, dengan klaim bahwa kegiatan ini disponsori langsung oleh Menkeu Purbaya. Narasi tersebut dirancang untuk terlihat meyakinkan dan memanfaatkan momentum religius Ramadhan guna meningkatkan keterlibatan dan penyebaran.

Tim Cek Fakta Kompas.com dengan cepat merespons laporan ini dan melakukan penelusuran menyeluruh. Hasil investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut tidak memiliki kaitan resmi dengan Kementerian Keuangan atau Purbaya Yudhi Sadewa sendiri. Akun itu dikategorikan sebagai akun impostor, yang sengaja dibuat untuk meniru identitas pejabat publik dengan tujuan yang tidak jelas, kemungkinan besar untuk menipu atau menyebarkan misinformasi.

Peringatan Publik Terhadap Ancaman Hoaks Digital

Kasus ini menyoroti tren yang mengkhawatirkan di era digital, di mana akun-akun palsu semakin sering memanfaatkan nama tokoh terkenal untuk menyebarkan konten hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan kritis terhadap unggahan semacam ini, terutama yang menjanjikan hadiah atau mengatasnamakan institusi resmi. Verifikasi informasi melalui sumber terpercaya seperti Tim Cek Fakta Kompas.com menjadi langkah penting untuk menghindari tertipu.

Selain itu, insiden serupa juga pernah terjadi dengan akun yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi, yang membagikan unggahan kuis serupa. Pola ini menunjukkan bahwa pelaku mungkin menggunakan metode yang sama berulang kali, menargetkan berbagai figur publik untuk memperluas jangkauan hoaks mereka. Kewaspadaan kolektif dan edukasi literasi digital diperlukan untuk memerangi penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan masyarakat.

Dalam konteks ini, pihak berwenang dan platform media sosial didorong untuk meningkatkan pengawasan dan tindakan tegas terhadap akun-akun impostor. Perlindungan data pribadi dan keamanan siber juga harus ditingkatkan untuk mencegah penyalahgunaan identitas di ruang digital. Dengan Ramadhan mendatang, publik diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, memastikan bahwa perayaan suci ini tidak dinodai oleh praktik-praktik tidak bertanggung jawab seperti hoaks.