KOMPAS.com - Sejumlah insinyur telah mengembangkan drone baru bernama Phantom Twist yang dirancang agar sulit terlihat ketika terbang di ruang terbuka. Berbeda dari drone siluman pada umumnya, Phantom Twist tidak menggunakan cat kamuflase, bahan transparan, atau teknologi pembelok cahaya. Sebaliknya, drone ini memanfaatkan keterbatasan mata manusia dalam menangkap benda yang bergerak sangat cepat.
Mekanisme Siluman Phantom Twist
Saat mengudara, Phantom Twist terlihat seperti kabut tipis atau bayangan transparan yang melayang. Efek tersebut muncul karena seluruh badan drone terus berputar sehingga tidak ada bagian diam yang dapat menjadi titik fokus penglihatan. Dengan kecepatan putaran yang tinggi, mata manusia tidak mampu menangkap detail bentuk drone, sehingga hanya tampak sebagai kabut samar.
Presentasi di Konferensi Internasional
Temuan mengenai drone ini dipresentasikan dalam konferensi Robotics: Science and Systems di Sydney, Australia, pada 16 Juli 2026. Para peneliti menjelaskan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk misi pengintaian atau pengawasan tanpa terdeteksi. Keunggulan Phantom Twist adalah tidak memerlukan material khusus atau sumber daya tambahan, hanya mengandalkan gerakan rotasi.
Dampak dan Potensi Penggunaan
Dengan kemampuan kamuflase dinamis ini, Phantom Twist membuka peluang baru di bidang militer dan keamanan. Drone ini dapat beroperasi di area terbuka tanpa menimbulkan kecurigaan, karena penampilannya yang mirip kabut. Namun, para pengembang juga menyadari potensi penyalahgunaan dan menekankan pentingnya regulasi penggunaan drone siluman. Menurut ketua tim peneliti, "Phantom Twist adalah bukti bahwa inovasi sederhana dapat mengubah paradigma teknologi siluman."



