Instagram Luncurkan Fitur Peringatan untuk Orang Tua Terkait Konten Bunuh Diri
Instagram Luncurkan Fitur Peringatan untuk Orang Tua

Instagram Perkenalkan Fitur Baru untuk Lindungi Anak dari Konten Berbahaya

Perusahaan teknologi Meta secara resmi mengumumkan peluncuran fitur baru pada platform Instagram yang dirancang khusus untuk meningkatkan keamanan pengguna muda. Fitur ini berupa sistem notifikasi peringatan yang akan dikirimkan kepada orang tua atau wali ketika anak mereka melakukan pencarian terkait topik bunuh diri atau tindakan melukai diri sendiri.

Pengumuman di Tengah Tekanan Hukum

Pengumuman resmi mengenai fitur keamanan ini disampaikan oleh Meta pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Peluncuran fitur ini terjadi dalam situasi yang cukup menegangkan, mengingat perusahaan induk Instagram tersebut sedang menghadapi dua proses persidangan terpisah yang menyangkut dugaan pelanggaran terhadap anak.

Persidangan pertama berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan fokus utama pada pertanyaan apakah platform media sosial milik Meta secara sengaja dirancang untuk membuat pengguna di bawah umur menjadi kecanduan. Sementara itu, persidangan kedua yang digelar di New Mexico bertujuan untuk menilai apakah Meta dianggap gagal dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi seksual yang terjadi di dalam ekosistem platformnya.

Mekanisme Kerja Fitur Peringatan

Fitur notifikasi peringatan yang baru diluncurkan ini bekerja dengan memantau aktivitas pencarian yang dilakukan oleh akun pengguna yang terdaftar sebagai anak di bawah pengawasan orang tua. Apabila sistem mendeteksi kata kunci atau frasa yang mengindikasikan pencarian tentang bunuh diri, self-harm, atau konten berbahaya serupa, maka secara otomatis akan mengirimkan pemberitahuan kepada akun orang tua yang terhubung.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi orang tua untuk segera melakukan intervensi dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada anak mereka. Meta menyatakan bahwa fitur ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan mereka untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, terutama bagi pengguna yang masih remaja dan anak-anak.

Respons terhadap Tekanan Regulasi

Peluncuran fitur perlindungan anak ini tidak dapat dipisahkan dari meningkatnya tekanan regulasi dan tuntutan hukum yang dihadapi oleh perusahaan teknologi besar, termasuk Meta. Berbagai lembaga pengawas dan organisasi perlindungan anak telah berulang kali menyoroti potensi risiko yang dihadapi oleh pengguna muda di platform media sosial.

Dengan memperkenalkan mekanisme notifikasi proaktif ini, Meta berupaya menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mengatasi isu-isu kesehatan mental dan keamanan digital. Namun, efektivitas nyata dari fitur tersebut masih perlu dibuktikan melalui implementasi dan pengawasan lebih lanjut di berbagai negara, termasuk Indonesia.