Charoen Pokphand Tegaskan Tidak Jual Ayam via Medsos, Waspada Penipuan
Charoen Pokphand: Waspada Penipuan Jual Ayam via Medsos

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) meminta masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Modusnya, pelaku menjual daging ayam potong melalui media sosial dengan harga murah dari pasaran umum dan meminta pembayaran melalui transfer atau QRIS.

Modus Penipuan Mengatasnamakan CPI

Belakangan, muncul laporan korban yang mengalami kerugian usai melakukan transaksi melalui media sosial. Pelaku mengklaim menjual produk dari CPI Bandung. Namun, setelah korban mentransfer uang, barang yang dijanjikan tidak dikirimkan.

Menanggapi hal ini, Communication & Public Affair Coordinator CPI, Gun Affandy, mengimbau masyarakat agar tidak percaya promosi melalui media sosial dengan cara pembayaran melalui QRIS atau transfer ke rekening tertentu yang mengatasnamakan perusahaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Silahkan melakukan pengecekan melalui Hotline kami 021-692 0000. Apabila masyarakat mendapat atau menerima penawaran yang mengatasnamakan CPI, silakan konfirmasi ke layanan Hotline, petugas kami akan melayani dan memberikan informasi,” ujar Gun dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Penipuan Sudah Berlangsung Lama

Gun menyampaikan modus penipuan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan telah berulang kali disosialisasikan melalui berbagai media massa lokal hingga nasional. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan promosi-promosi penawaran penjualan harga murah, apalagi dengan menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu melalui QRIS, virtual account, atau e-wallet.

“Kami tegaskan, bahwa selama ini kami tidak pernah menyediakan pembayaran melalui QRIS, virtual account, atau e-wallet,” tegas Gun.

Imbauan untuk Korban Penipuan

Sementara itu, Vice President Hukum dan Komunikasi Publik CPI, Yustinus B. Solakira, menyarankan agar korban penipuan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dengan tujuan agar pihak berwajib dapat mengusut dan menemukan pelakunya.

“Kami menyarankan agar para korban bisa melaporkannya ke pihak kepolisian atas tindak penipuan, yang secara nyata menyebabkan kerugian material,” paparnya.

Menurut informasi, para korban telah menyetor sejumlah uang ke pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membeli daging ayam potong. CPI pun menegaskan tidak pernah melakukan penawaran sebagaimana yang ada di media sosial dan ternyata itu dilakukan oleh pelaku yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga