Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan rencana demonstrasi pada Jumat, 12 Juni 2026, di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @bemui_official pada Rabu malam.
Dalam unggahan tersebut, BEM UI mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan. “Ayo turun! Jumat, 12 Juni 2026. Halo, UI dan Indonesia! Sudah hampir 2 tahun memporak-porandakan negara. Rupiah naik diremehkan, HAM tidak dihiraukan, program tidak jelas dilanjutkan. Mari, kita turun dan gunakan hak kita sebagai rakyat!” tulis akun tersebut, dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.
Sorotan Terhadap Berbagai Permasalahan
Demonstrasi ini menyoroti sejumlah isu krusial yang dianggap belum terselesaikan oleh pemerintah. Beberapa di antaranya adalah pelemahan nilai tukar rupiah, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), serta ketidakjelasan kelanjutan program-program pembangunan. BEM UI menilai bahwa kondisi negara dalam dua tahun terakhir semakin memprihatinkan.
Sebelumnya, survei dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menunjukkan bahwa rata-rata lulusan di Indonesia membutuhkan waktu 20 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini turut menjadi salah satu latar belakang aksi protes mahasiswa.
Titik Kumpul dan Rute Demo
BEM UI menetapkan titik kumpul unjuk rasa di lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Dari sana, massa akan bergerak menuju Bundaran HI sebagai lokasi utama aksi. Pihak kepolisian diharapkan dapat mengamankan jalannya demonstrasi agar tetap tertib dan damai.
Aksi ini direncanakan berlangsung mulai pagi hari hingga siang. BEM UI mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi aturan dan tidak melakukan tindakan anarkis. Mereka juga meminta dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang memiliki keprihatinan serupa terhadap arah kebijakan nasional.



