Viral Puluhan Pemuda Konvoi Bawa Sajam di Medan, Polisi Beri Klarifikasi
Viral Konvoi Bawa Sajam di Medan, Polisi Klarifikasi

Viral Video Konvoi Bersenjata Tajam di Medan

Sebuah video yang memperlihatkan puluhan pemuda membawa senjata tajam dan berkonvoi menggunakan sepeda motor di kawasan Fly Over Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, viral di media sosial pada awal Juli 2026. Rekaman tersebut menunjukkan kelompok tersebut melintas di atas flyover, diduga mencari sasaran, sebelum akhirnya berhenti di pinggir jalan. Dalam video, beberapa anggota kelompok terlihat mengejar seorang pengendara motor yang melintas, mengancam dan menyerangnya dengan senjata tajam. Aksi ini terjadi pada siang hari, menarik perhatian karena dilakukan saat aktivitas masyarakat masih berlangsung.

Narasi yang menyertai unggahan menyebut kelompok tersebut adalah begal yang beroperasi secara berkelompok untuk mengincar kendaraan dan barang berharga warga. Unggahan itu berbunyi, "Motor Medan nih bos! Geng motor yang terafiliasi dengan begal di atas fly over Brayan Medan unjuk kekuatan menantang aparat, sering kali beroperasi sebagai komplotan begal bersenjata tajam yang mengincar sepeda motor dan barang berharga warga di lokasi yang tepat sasaran."

Klarifikasi Polisi: Hanya Melintas, Bukan Menyerang

Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr Made Wira Suhendra, memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut. Ia menegaskan bahwa rombongan yang terlihat hanya melintas di wilayah Medan Barat dan tidak melakukan penyerangan terhadap pengguna jalan di daerah tersebut. "Pulo Brayan itu kan perbatasan antara Marelan, Medan Timur, Helvetia dengan Medan Barat. Nah, kalau pas melintas di wilayah Medan Barat, itu hanya melintas, jadi tidak ada itu penyerangan di daerah kami," ujarnya kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (7 Juli 2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurutnya, peristiwa dalam video sebenarnya terjadi pada Juni 2026, namun baru viral di media sosial pada awal Juli 2026. "Itu kejadiannya bulan Juni, kalau yang penyerangan itu, bukan yang kemarin. Saat itu mereka hanya melintas, jadi memang buangan dari daerah Belawan, dia melintas ke tiga lokasi. Melintas di daerah Medan Timur, Medan Barat, terus terakhir di Helvetia itu," paparnya.

Tindakan Polisi: Patroli Preventif dan Penyelidikan

Kompol Made mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui nomor darurat 110 ketika rombongan tersebut melintas. Namun, saat polisi tiba di lokasi, rombongan sudah tidak ada. "Memang kita dapat informasi itu dari 110. Terus kemudian anggota mendatangi lokasi, namun sudah tidak ditemukan karena hanya melintas saja," sebutnya.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut terkait kelompok yang membawa senjata tajam dan diduga menyerang warga telah dilakukan oleh Polrestabes Medan. "Tapi kalau lebih lanjut kalau masalah penyelidikan itu memang sudah dibentuk tim khusus sendiri oleh Bapak Kapolres. Mungkin bisa konfirmasinya ke tim Jatanras kali ya," urainya. Polsek Medan Barat sendiri fokus pada upaya preventif dengan melakukan patroli ke wilayah-wilayah setempat.

Belum Ada Tanggapan dari Kapolrestabes Medan

Terpisah, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com terkait video viral tersebut belum memberikan jawaban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polrestabes Medan mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga