Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan militer baru terhadap Iran, menyusul berakhirnya gencatan senjata antara kedua negara. Serangan ini merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Trump juga memperingatkan bahwa jika Teheran terus menyerang, akan ada konsekuensi yang 'jauh lebih buruk'.
Ledakan di Kota Pelabuhan Iran
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di beberapa lokasi di sepanjang pantai selatan Iran, setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan baru. Pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish, dan ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan seperti Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Pembalasan atas Serangan Kapal
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan, 'Ini sebagai pembalasan atas pemboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!' Meskipun demikian, Trump juga menyatakan harapannya agar eskalasi militer ini segera berakhir dan membuka pintu untuk perundingan lebih lanjut.
CENTCOM mengatakan bahwa serangan itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan pasukan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi seperlima minyak dan gas alam cair dunia. 'Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial,' demikian pernyataan CENTCOM di platform X.
Gencatan Senjata Berakhir
Sebelum memerintahkan serangan terbaru, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Langkah ini mendorong mediator seperti Pakistan, Qatar, dan PBB untuk menyerukan de-eskalasi konflik. Selat Hormuz tetap menjadi titik panas dalam konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Khamenei rencananya akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada hari Kamis.
Sejak serangan tersebut, Iran bersikeras untuk mengendalikan selat itu, dengan mengancam akan mengenakan biaya untuk pelayaran dan menyerang kapal yang menyimpang dari rute yang diizinkan. Militer Iran telah menyerang setidaknya tiga kapal dalam beberapa hari terakhir, yang memicu serangan besar-besaran AS terhadap target Iran pada hari Selasa, diikuti serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk.
Komentar Trump di KTT NATO
Dalam KTT NATO di Ankara, Trump mengatakan, 'Kita akan menyerang mereka dengan keras malam ini. Mereka melanggar perjanjian setiap hari.' Namun, ia menambahkan bahwa 'apa pun yang terjadi akan segera berakhir.' Harga minyak melonjak delapan persen setelah komentar Trump bahwa gencatan senjata telah berakhir.



