Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Washington telah mengekstraksi minyak dalam jumlah besar dari Venezuela untuk menutupi biaya perang melawan Iran. Trump bahkan mengklaim bahwa minyak Venezuela telah menutupi biaya perang Iran hingga 25 kali lipat.
Pernyataan Trump di New York
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam kunjungan di negara bagian New York pada Jumat, 22 Mei 2026 waktu setempat. Dalam pidatonya, Trump membahas bagaimana dunia memandang keputusannya untuk menyerang Iran dan Venezuela.
“Bagaimana kinerja kita di Venezuela? Tidak buruk. Kita telah mengekstraksi begitu banyak minyak di Venezuela, sehingga biaya perang (melawan Iran) telah tertutupi sekitar 25 kali lipat,” ungkap Trump. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih detail mengenai klaim tersebut.
Latar Belakang Biaya Perang Iran
Pernyataan Trump ini muncul setelah Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa biaya perang melawan Iran telah mencapai hampir 29 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 513,2 triliun. Konflik antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.
Belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih atau Pentagon terkait klaim terbaru Trump. Perang melawan Iran telah meningkatkan pengawasan ketat terhadap pemerintahan Trump di dalam negeri.
Dampak Anggaran Pertahanan
Dalam rapat anggaran pada awal Mei, para pejabat pertahanan AS, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dihadapkan pada pertanyaan para anggota parlemen mengenai biaya perang Iran saat membahas pengajuan anggaran pertahanan tahun 2027 sebesar 1,5 triliun dolar AS.
Pertempuran antara Washington dan Tel Aviv melawan Teheran sebagian besar terhenti sejak gencatan senjata pada awal April. Namun, perundingan damai yang digelar di Pakistan gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Kemungkinan Serangan Baru
Upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan berlangsung alot dengan kedua pihak bersikeras pada tuntutan masing-masing. Laporan media AS, seperti CBS dan Axios, menyebut bahwa AS sedang mempertimbangkan serangan militer baru terhadap Iran. Keputusan akhir belum diambil, namun posisi Trump dilaporkan bergeser dari mendukung diplomasi menjadi condong untuk memerintahkan serangan.
Menurut Axios yang mengutip dua sumber anonim, Trump semakin frustrasi dengan negosiasi Iran dalam beberapa hari terakhir.



