Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Sumatera Utara. Sebuah Kereta Api Petikemas yang melayani rute Belawan-Kuala Tanjung menabrak sebuah minibus di jalur perlintasan tanpa palang pintu yang terletak di kilometer 76+7/8 petak jalan antara Stasiun Bamban dan Stasiun Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 08.31 WIB.
Evakuasi dan Penanganan Cepat
Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan bahwa evakuasi segera dilakukan untuk memastikan jalur kereta api kembali aman dilalui. Selain itu, penanganan terhadap perlintasan sebidang tersebut juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Masinis dalam kondisi selamat, namun lokomotif mengalami sejumlah kerusakan materiil. Setelah penanganan darurat selesai, KA Petikemas dapat kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.45 WIB," ungkap Anwar. Ia juga menyampaikan empati yang mendalam atas insiden tersebut. Pengemudi minibus telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Dampak pada Perjalanan Kereta Api
Peristiwa ini sempat berdampak pada jadwal perjalanan dua kereta api dengan total waktu tunggu sekitar 19 menit. Kereta Api Petikemas harus berhenti luar biasa selama 14 menit untuk melakukan pengecekan kelaikan armada. Sementara itu, Kereta Api Putri Deli yang melayani rute Medan-Tanjung Balai sempat tertahan di Stasiun Bamban selama 5 menit demi memastikan jalur benar-benar aman dan siap dilalui.
Imbauan Keselamatan dari KAI
KAI Divre I Sumut mengajak seluruh masyarakat dan pengguna jalan raya untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan demi keselamatan bersama saat melintasi perlintasan sebidang. Anwar mengingatkan kembali pentingnya kesadaran dalam berkendara, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), di mana pengguna jalan diimbau untuk mendahulukan perjalanan kereta api demi menghindari risiko bahaya.
"Keselamatan adalah prioritas utama kita bersama. KAI Divre I Sumatera Utara berharap masyarakat selalu waspada dengan selalu berhenti, tengok kanan kiri, memastikan aman baru jalan. Kedisiplinan dan saling menjaga di jalan raya adalah kunci utama untuk mencegah musibah serupa kembali terjadi di masa depan," pungkasnya.



