Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disambut dengan karpet biru saat tiba di Ankara, Turki, untuk menghadiri KTT NATO pada Selasa (7/7/2026). Penggunaan karpet biru, bukan karpet merah yang lazim untuk tamu negara, memicu perdebatan sengit di media sosial.
Penyambutan Tak Biasa di Kompleks Kepresidenan
Dalam momen yang diabadikan oleh REUTERS, Trump disambut langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin berjalan berdampingan di atas karpet berwarna biru toska selama seremoni penyambutan resmi di kompleks kepresidenan Turki. Hal ini dilaporkan oleh Gulf News pada Jumat (10/7/2026).
Penyambutan tradisional untuk kepala negara biasanya menggunakan karpet merah. Absennya karpet merah untuk Trump juga pernah terjadi di Arab Saudi saat kunjungannya pada 2025, di mana ia disambut karpet lavender, warna yang melambangkan bunga liar lavender dan warisan nasional Saudi.
Spekulasi Warganet: Penghinaan atau Dominasi?
Penggunaan karpet biru memicu diskusi luas di media sosial. Banyak netizen bertanya-tanya apakah Turki mengirimkan pesan diplomatik tersembunyi. Akun X @PaulGoldEagle berkomentar, "Presiden Trump saat tiba di Ankara, Turki, disambut karpet berwarna toska. Saya cukup yakin kepala negara lainnya tidak disambut seperti ini. Jika Anda belum menyadarinya, Trump bukan sekadar pemimpin dunia biasa."
Sementara itu, akun @MagaMan000 menulis, "Dia tidak menggelar karpet merah. Karpet biru merupakan tanda yang jelas mengenai dominasi atas Trump." Namun, ada juga yang memberikan perspektif berbeda. Akun @nee53074808 menyebut, "Karpet biru itu sendiri secara luas dijelaskan berkaitan dengan identitas visual biru NATO dan visual KTT Ankara, bukan sebagai bentuk penghinaan atau jebakan khusus yang ditujukan kepada Trump, meskipun para komentator menafsirkannya secara simbolis."
Penjelasan Otoritas Turki dan Analis
Otoritas Turki tidak memberikan penjelasan resmi mengenai pemilihan karpet biru. Namun, menurut para analis, warna biru kemungkinan besar mencerminkan identitas visual NATO untuk KTT tersebut, bukan protokol khusus bagi Trump. Pemilihan warna karpet itu mungkin sekadar bagian dari tema pertemuan puncak, tanpa makna simbolis politik yang mendalam.
Momen Trump Kehilangan Arah
Dalam momen yang sama, Trump sempat terlihat kehilangan arah saat berjalan di atas karpet biru. Video yang beredar menunjukkan Erdogan memegang lengan Trump dan mengarahkannya ke posisi yang benar saat seremoni penyambutan. Momen spontan ini menjadi sorotan utama dalam perdebatan mengenai kebugaran Presiden AS, citra publik, dan standar ganda media politik AS, seperti dilansir Newsweek.
Kunjungan Trump ke Turki untuk KTT NATO ini juga diwarnai komentar pedasnya terhadap Spanyol dan aliansi pertahanan tersebut. Namun, perhatian publik justru tertuju pada karpet biru yang tidak biasa dan momen kecil yang penuh arti.



