Rusia menggelar parade militer di Lapangan Merah, Moskow, pada Sabtu (9/5/2026) waktu setempat untuk memperingati Hari Kemenangan dalam Perang Dunia II. Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya menegaskan bahwa operasi militer Rusia di Ukraina merupakan hal yang adil.
Parade Skala Lebih Kecil
Parade tahun ini digelar dengan skala lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kekhawatiran keamanan dan tanda-tanda kelelahan perang Ukraina yang telah berlangsung empat tahun. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, parade tidak menampilkan peralatan militer setelah serangkaian serangan drone Ukraina menghujani Rusia.
Pidato Putin
Putin mengutip kemenangan Soviet dalam PD II untuk menggalang dukungan bagi tentara Rusia di Ukraina. Ia menyebut pasukan Moskow bertempur melawan kekuatan agresif yang didukung seluruh aliansi NATO.
"Prestasi besar generasi pemenang menginspirasi para prajurit yang menjalankan tujuan operasi militer hari ini," kata Putin, merujuk pada perang Ukraina. "Mereka menghadapi kekuatan agresif yang dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO. Dan meskipun demikian, para pahlawan kita terus maju."
Putin menambahkan, "Saya sangat meyakini bahwa perjuangan kita adalah adil."
Kehadiran Tamu dan Gencatan Senjata
Hanya segelintir pejabat asing yang hadir, sebagian besar dari negara sekutu dekat Rusia. Baik Rusia maupun Ukraina menyepakati gencatan senjata tiga hari untuk acara tersebut setelah seruan menit terakhir dari Presiden AS Donald Trump.
Parade dimulai pukul 10.00 waktu Moskow, dengan formasi tentara membawa bendera Rusia. Menteri Pertahanan Andrei Belousov memberi selamat kepada para tentara, termasuk beberapa dari militer Korea Utara.



