Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran TNI dan Kepolisian RI untuk melakukan pembenahan institusi guna memastikan anggotanya tidak terlibat dalam mendukung kegiatan ilegal. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).
Instruksi Tegas Presiden
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa para pejabat, bersama aparat TNI dan Polri, digaji oleh rakyat. Oleh karena itu, mereka harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam," tegas Presiden.
Prabowo secara khusus meminta jajaran Polri dan TNI untuk terus melakukan perbaikan dan menghilangkan penyelewengan serta korupsi di tubuh institusi masing-masing. Ia mengingatkan agar aparat tidak justru menjadi backing di belakang penyelewengan, penyelundupan, narkoba, judi, dan kegiatan ilegal lainnya.
Seruan untuk Menjadi Polisi dan Tentara Rakyat
Mengatasnamakan rakyat, Prabowo meminta agar Polri dan TNI menjadi polisi dan tentara yang berpihak pada rakyat. Ia menyoroti upaya perbaikan yang terus dilakukan oleh para pemimpin di masing-masing instansi tersebut. Sebagai contoh, Prabowo menggarisbawahi peran TNI dan Polri dalam mendukung swasembada pangan, termasuk terjun langsung ke sawah dan ladang.
"Inilah saya katakan TNI adalah tentara rakyat, polisi kita harus jadi polisi rakyat, dan ini yang sedang dirintis oleh pimpinan-pimpinan Kepolisian sekarang," demikian Prabowo Subianto mengakhiri pidatonya.



