Potensi Gempa Megathrust di Selatan Jawa: Yogyakarta Waspada
Potensi Gempa Megathrust di Selatan Jawa: Yogyakarta Waspada

Kabar mengenai potensi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa kembali menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Perbincangan ini semakin intens setelah muncul anggapan bahwa Yogyakarta berada di penghujung siklus gempa besar. Salah satu pemicu diskusi ini adalah unggahan di media sosial yang menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah memasuki periode rawan berdasarkan pola siklus gempa yang terjadi setiap ratusan tahun.

Dua Segmen Megathrust di Selatan Jawa

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa terdapat dua segmen megathrust di selatan Pulau Jawa. Segmen barat membentang dari Selat Sunda hingga selatan DIY, sementara segmen timur membentang dari selatan DIY hingga Banyuwangi. Kedua segmen ini memiliki catatan sejarah gempa besar yang pernah terjadi.

Sejarah Gempa di Segmen Barat

Di segmen barat, gempa besar tercatat pada tahun 1780, 1903, dan 2006. Setiap kejadian menunjukkan pola siklus yang perlu diwaspadai oleh penduduk di wilayah tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sejarah Gempa di Segmen Timur

Sementara di segmen timur, gempa terjadi pada tahun 1840, 1867, 1921, 1926, dan 1994. Catatan ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut cukup sering terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan lembaga terkait lainnya. Persiapan mitigasi bencana juga perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko dampak gempa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga