KOMPAS.com - Di tengah ketegangan yang masih belum mereda, tekanan Amerika Serikat terhadap Iran kini merambah ke ruang digital. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membekukan aset kripto senilai 344 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,93 triliun yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran selama masa gencatan senjata yang rapuh.
Dampak Pembekuan Aset Kripto
Meskipun penyitaan ini merupakan langkah signifikan, belum dapat dipastikan apakah tindakan tersebut akan mempengaruhi sikap Teheran, baik dalam konflik maupun proses negosiasi. Sebagaimana dilansir dari CNN pada Jumat (24/4/2026), pembekuan aset kripto ini merupakan strategi baru AS untuk menekan Iran melalui jalur digital.
Tekanan Ekonomi di Masa Gencatan Senjata
Langkah ini diambil di tengah gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Dengan membekukan aset kripto, AS berharap dapat membatasi kemampuan Iran untuk mendanai aktivitasnya. Namun, efektivitas langkah ini masih dipertanyakan mengingat Iran memiliki berbagai cara untuk menghindari sanksi.
Pembekuan aset kripto ini merupakan bagian dari sanksi ekonomi yang lebih luas yang dijatuhkan AS terhadap Iran. Sebelumnya, AS telah memberlakukan sanksi terhadap sektor perbankan, energi, dan militer Iran. Dengan menambahkan aset kripto ke dalam daftar sasaran, AS berusaha menutup celah yang mungkin digunakan Iran untuk mengakses dana internasional.
Meskipun demikian, para analis meragukan bahwa penyitaan ini akan mengubah kalkulasi politik Iran. Teheran telah terbiasa hidup di bawah sanksi dan memiliki jaringan ekonomi bawah tanah yang kuat. Selain itu, Iran juga telah mengembangkan infrastruktur kripto sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global.
Ke depannya, perkembangan situasi antara AS dan Iran akan terus dipantau. Langkah AS ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran tidak hanya terbatas pada ranah militer dan diplomatik, tetapi juga merambah ke dunia digital yang semakin penting dalam perekonomian global.



