Pentagon Umumkan Identitas 4 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Balasan Iran
Pentagon Umumkan Nama 4 Tentara AS Tewas Serangan Iran

Pentagon Umumkan Identitas 4 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Balasan Iran

Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Pentagon, secara resmi mulai mengungkap identitas tentara AS yang menjadi korban dalam konflik yang semakin memanas dengan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengeluarkan peringatan keras bahwa intensifikasi konflik ini berpotensi menelan lebih banyak korban jiwa di pihak militer Amerika.

Serangan Drone di Fasilitas Militer Kuwait

Berdasarkan laporan Reuters pada Rabu, 4 Maret 2026, Pentagon telah berhasil mengidentifikasi empat nama pertama dari total enam tentara AS yang dikonfirmasi tewas akibat serangan pembalasan yang dilancarkan oleh Iran. Keempat anggota militer tersebut merupakan bagian dari unit Iowa yang tergabung dalam Pasukan Cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat.

Menurut keterangan resmi militer AS, keempat tentara itu gugur pada hari Minggu, 1 Maret, ketika sebuah drone tanpa awak berhasil menghantam fasilitas militer Amerika yang berlokasi di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang pembalasan Iran yang menargetkan negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer dan pasukan Amerika Serikat.

Profil dan Riwayat Penugasan Prajurit yang Gugur

Pentagon memberikan detail bahwa keempat tentara yang tewas tersebut berusia antara 20 hingga 42 tahun. Mereka bertugas di Komando Dukungan Logistik ke-103 yang bermarkas di Des Moines, Iowa, sebuah unit yang berperan penting dalam operasi logistik dan pasokan global Angkatan Darat AS.

Militer Amerika Serikat mengidentifikasi keempat prajurit Cadangan Angkatan Darat yang gugur sebagai berikut:

  • Kapten Cody A Khork (35 tahun) berasal dari Winter Haven, Florida
  • Sersan Kepala Noah L Tietjens (42 tahun) berasal dari Bellevue, Nebraska
  • Sersan Kepala Nicolas M Amor (39 tahun) berasal dari White Bear Lake, Minnesota
  • Sersan Declan J Coady (20 tahun) berasal dari West Des Moines, Iowa

Mayor Jenderal Todd Erskine, yang memimpin Komando Dukungan Teater ke-79, menyampaikan pernyataan resmi yang berisi "belasungkawa dan rasa hormat terdalam" kepada keluarga serta rekan seunit dari keempat prajurit yang gugur tersebut.

Riwayat Penugasan Internasional yang Panjang

Sebagian besar tentara AS yang tewas dalam insiden ini memiliki catatan penugasan di luar negeri yang cukup panjang. Kapten Khork pernah ditugaskan ke Arab Saudi pada tahun 2018, kemudian ke Teluk Guantanamo pada 2021, dan terakhir ke Polandia pada tahun 2024. Sersan Kepala Amor memiliki pengalaman penugasan di Kuwait dan Irak pada tahun 2019.

Sersan Kepala Tietjens tercatat pernah dua kali ditugaskan ke Kuwait, yaitu pada tahun 2009 dan 2019. Sementara itu, Sersan Coady, yang dipromosikan secara anumerta dari spesialis, baru bergabung dengan Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS pada tahun 2023, menjadikannya yang termuda di antara korban.

Eskalasi Konflik dan Peringatan dari Pemerintah AS

Presiden Donald Trump bersama dengan para pejabat senior Amerika Serikat lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa konflik dengan Iran akan mengakibatkan lebih banyak kematian di kalangan militer AS. Peringatan ini muncul seiring dengan upaya Teheran untuk membalas serangan yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, melaporkan pada Selasa, 3 Maret, bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan mengerahkan lebih dari 2.000 drone dalam serangan balasannya yang menyebar di seluruh wilayah Timur Tengah hingga saat ini.

Serangan-serangan ini dimulai sejak Sabtu, 28 Februari waktu setempat, sebagai respons terhadap pengeboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Iran secara sistematis menargetkan negara-negara Teluk yang diketahui menjadi basis bagi aset militer dan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.