Pakistan Kerahkan Jet Tempur ke Arab Saudi Berdasarkan Pakta Pertahanan Bersama
Islamabad - Pakistan telah mengambil langkah militer nyata pertama dengan mengerahkan jet tempur ke Arab Saudi. Tindakan ini dilakukan berdasarkan pakta pertahanan bersama yang ditandatangani kedua negara pada September 2025, yang mewajibkan masing-masing pihak untuk menganggap serangan terhadap satu negara sebagai serangan terhadap diri mereka sendiri.
Pendaratan Jet di Pangkalan Udara King Abdulaziz
Menurut laporan dari Al-Jazeera pada Minggu (12/4/2026), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat tersebut, yang terdiri dari campuran jet tempur dan jet pendukung, telah mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz di Provinsi Timur Arab Saudi pada hari Sabtu. Pengerahan ini terjadi saat Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri pertempuran selama berminggu-minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pakta pertahanan bersama tersebut ditandatangani selama kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Riyadh pada September 2025 lalu, di mana dia bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Perjanjian ini menegaskan komitmen kedua negara untuk saling mendukung dalam hal keamanan dan pertahanan.
Konteks Perundingan dan Ketegangan Regional
Saat jet-jet tersebut mendarat di kerajaan, Pakistan sedang menjadi tuan rumah negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad. Ketegangan regional telah meningkat sejak Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target yang mereka sebut sebagai kepentingan AS di negara-negara Teluk, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei oleh AS-Israel pada 28 Februari.
Pakistan telah berusaha menyeimbangkan komitmennya di kedua sisi konflik. Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengungkapkan bahwa dia telah memperingatkan para pemimpin Iran pada awal Maret bahwa Islamabad terikat oleh kewajibannya kepada Riyadh berdasarkan perjanjian tersebut. Iran meminta jaminan bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk menyerangnya, dan Dar menyatakan bahwa dia telah mengamankan jaminan tersebut.
Namun, serangan Iran terhadap target di Arab Saudi terus berlanjut, mencakup pangkalan-pangkalan penting dan gedung kedutaan AS. Menanggapi hal ini, Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir terbang ke Riyadh pada awal Maret untuk membahas langkah-langkah dalam kerangka pakta guna menghentikan serangan Iran.
Komitmen dan Kerja Sama Ekonomi
Empat hari sebelum pengerahan jet tempur pada hari Sabtu, Perdana Menteri Sharif menelepon Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk berjanji bahwa Pakistan akan berdiri 'bahu-membahu' dengan kerajaan tersebut. Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk mempercepat paket investasi Saudi yang dijanjikan untuk Pakistan senilai USD 5 miliar, menunjukkan kerja sama yang melampaui aspek militer.
Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam aliansi strategis antara Pakistan dan Arab Saudi, sekaligus menyoroti kompleksitas dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda konflik.



