Menhan Sjafrie Gelar Diskusi dengan Menhan Jepang saat Transit di Bandara Narita
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memanfaatkan waktu transit di Bandara Narita, Tokyo, untuk mengadakan diskusi dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Pertemuan ini terjadi dalam perjalanan pulang dari Pentagon, Amerika Serikat, setelah Sjafrie bertemu dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth.
Pertemuan untuk Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Brigjen TNI Rico Ricardo, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan RI, menjelaskan bahwa pertemuan singkat tersebut membahas penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang. "Dalam pertemuan singkat tersebut, kedua Menhan membahas tentang penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang," ujar Rico melalui keterangan tertulis pada Jumat, 17 April 2026.
Dia menambahkan bahwa kerja sama khususnya difokuskan pada bidang maritim. Kedua menteri juga berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan mendukung peningkatan kapasitas pertahanan Indonesia di masa depan. "Pertemuan juga menegaskan pentingnya tindak lanjut komunikasi dan kerja sama konkret sesuai kebutuhan serta prioritas masing-masing negara," jelasnya.
Bukan Pertemuan Mendadak, Tapi Berdasarkan Kedekatan Personal
Brigjen Rico membantah bahwa pertemuan ini dilakukan secara mendadak. Menurutnya, Menhan Sjafrie dan Menhan Shinjiro memiliki kedekatan personal yang memungkinkan diskusi ini terjadi. "Bukan pertemuan mendadak, tetapi memang menggunakan waktu transit di Jepang untuk berdiskusi," ucapnya.
Rico menceritakan bahwa saat rombongan Kementerian Pertahanan transit di Bandara Narita, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi sudah menunggu kedatangan mereka. Hal ini menunjukkan persiapan dan koordinasi yang baik antara kedua pihak.
Pertemuan ini menandai upaya berkelanjutan untuk mempererat hubungan bilateral di sektor pertahanan, dengan fokus pada isu-isu strategis seperti keamanan maritim dan peningkatan kapasitas militer. Diskusi di Bandara Narita diharapkan dapat menjadi landasan untuk kerja sama yang lebih intensif dan efektif antara Indonesia dan Jepang dalam menghadapi tantangan keamanan regional.



