Kapal Selam AS Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia

Kapal Selam AS Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengklaim bahwa kapal selam AS telah menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di perairan Samudra Hindia. Hegseth menyatakan bahwa kapal tersebut merasa aman di perairan internasional, namun justru dihantam torpedo dari kapal selam Amerika Serikat.

Angkatan Laut Sri Lanka Laporkan IRIS Dena Tenggelam

Sebelumnya, Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal IRIS Dena milik Iran tenggelam di Samudra Hindia. Sekitar 140 orang dari total 180 awak kapal dinyatakan hilang setelah insiden tersebut. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, mengonfirmasi bahwa pihaknya menyelamatkan 32 orang yang terapung di laut setelah menerima panggilan darurat.

"Meski berada di luar wilayah perairan kami, lokasi itu masih termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan kami. Jadi kami berkewajiban merespons sesuai kewajiban internasional," ujar Sampath. Ia menambahkan bahwa saat operasi penyelamatan berlangsung, kapal IRIS Dena sudah tidak terlihat dan hanya menyisakan serpihan minyak serta sekoci penyelamat di permukaan air.

Penyebab Insiden Masih Dipertanyakan

Sampath menegaskan bahwa Angkatan Laut Sri Lanka menolak laporan yang menyebut kapal itu tenggelam akibat serangan kapal selam. "Kami hanya melihat beberapa sekoci. Tidak ada kapal Iran yang terlihat. Kapal itu sudah tenggelam," kata Sampath kepada BBC Sinhala. Penyebab pasti insiden ini masih belum diketahui dan sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Insiden tenggelamnya kapal perang Iran ini terjadi dalam konteks eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Beberapa perkembangan terkini meliputi:

  • Serangan udara AS dan Israel pada Sabtu (28/02) yang menewaskan 787 orang di Iran menurut Bulan Sabit Merah, termasuk serangan ke sekolah perempuan di Minab.
  • Serangan drone ke stasiun CIA di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi pada Senin, yang meruntuhkan sebagian atap dan menyebabkan kerusakan material.
  • Peringatan pejabat Iran, Ebrahim Jabbari, bahwa Iran akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz, jalur vital minyak dan gas dunia.
  • Serangan rudal Iran ke kota Beit Shemesh di Israel yang menewaskan sedikitnya sembilan orang, serta serangan Hizbullah dari Lebanon ke Israel.
  • Dugaan serangan drone di pangkalan Angkatan Udara Inggris di Siprus, yang meningkatkan ketegangan di kawasan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengancam bahwa "serangan terberat" terhadap Iran masih akan datang, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan perang terhadap Iran sebagai "kesempatan terakhir dan terbaik" untuk menghentikan rezim yang berkuasa. Konflik ini telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan gangguan ekonomi di kawasan Teluk.