Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Akan Segera Perkuat Armada TNI AL
Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah bersiap menyambut kedatangan kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, yang direncanakan akan memperkuat jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Wacana ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali beberapa waktu lalu.
Target Kedatangan Sebelum HUT TNI
"Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Laksamana Muhammad Ali pada Kamis, 12 Februari 2026. Proses administratif dan teknis untuk akuisisi kapal induk ini masih berjalan intensif dengan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah Indonesia, Angkatan Laut Italia, serta pihak pabrikan Fincantieri.
"Jadi masih proses negosiasi antara TNI AL dengan Angkatan Laut Italia, dengan Fincantieri pabrikan, dan Kemhan," jelasnya. Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan bahwa kapal induk tersebut merupakan hibah dari pemerintah Italia.
Hibah dari Italia dengan Anggaran Retrofit
"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait seperti dilansir dari Antara.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat mencapai kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam. Fasilitas persenjataannya mencakup:
- Radar jamming
- Peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide
- Oto Melara Kembar 40L70 DARDO
- 324 mm tabung torpedo rangkap tiga
- Otomat Mk 2 SSM
Sejarah Operasional dan Kemampuan Tempur
Dikutip dari Naval Technology, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi pertama kali dioperasikan pada tahun 1985 dan diklasifikasikan sebagai kapal induk anti kapal selam. Kapal ini mampu membawa 18 helikopter atau satu skuadron pesawat terbang lepas landas dan mendarat vertikal atau pendek (VSTOL).
Selain untuk peperangan anti kapal selam, Garibaldi juga digunakan untuk:
- Pengawasan wilayah
- Pengawalan konvoi
- Pengangkutan pasukan komando
- Dukungan logistik armada
Sistem propulsi kapal menggunakan konfigurasi Combined Gas And Gas (COGAG) yang terdiri atas empat turbin gas LM2500 produksi FiatAvio, Turin, dengan lisensi dari General Electric (GE) Amerika Serikat. Keempat mesin tersebut menghasilkan daya total sekitar 81.000 tenaga kuda (hp), memungkinkan kapal melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot dengan jangkauan operasional lebih dari 7.000 mil laut pada kecepatan jelajah ekonomis 20 knot.
Pengalaman dalam Operasi Militer Internasional
Menurut Seaforces, kapal induk ini memiliki rekam jejak operasional yang luas. Pada Perang Kosovo di kawasan Balkan tahun 1999, Giuseppe Garibaldi digunakan untuk mengangkut pesawat tempur Harrier AV-8B II+. Kemudian, pada tahun 2001, kapal tersebut ikut berpartisipasi dengan Amerika Serikat dalam menyerang Afghanistan.
Di tahun 2011, kapal tersebut juga diterjunkan dalam intervensi militer di Libya oleh NATO. Tak hanya untuk patroli, kapal ini juga menjadi tempat bersemayamnya pesawat AV-8B milik militer Italia, menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan tempur yang komprehensif.
Dengan sejarah operasional yang kaya dan spesifikasi teknis yang mumpuni, kedatangan Giuseppe Garibaldi diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia, khususnya dalam mengamankan wilayah perairan nasional yang luas.



