Pentagon Kerahkan Kapal Induk Kedua AS ke Timur Tengah, Tekan Iran
Kapal Induk AS Kedua Dikirim ke Timur Tengah oleh Pentagon

Pentagon Kerahkan Kapal Induk Kedua AS ke Timur Tengah, Tekan Iran

Jakarta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Pentagon, telah mengeluarkan perintah untuk mengerahkan kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Keputusan ini dilaporkan oleh media AS pada Kamis (12/2) waktu setempat, di tengah pertimbangan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil langkah-langkah militer terhadap Iran.

Latar Belakang Ketegangan Nuklir

Washington dan Teheran baru-baru ini memulai pembicaraan tidak langsung mengenai masa depan program nuklir Iran. Trump pada hari Kamis memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan nuklir akan membawa konsekuensi yang sangat traumatis bagi Iran. Ini menandai eskalasi dalam upaya diplomatik yang tegang antara kedua negara.

Penguatan Kehadiran Militer AS

Pada akhir bulan lalu, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perang pengiringnya ke Teluk Persia. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya ancaman Trump terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap protes anti-pemerintah. Kapal-kapal tersebut masih bertahan di wilayah tersebut, menunjukkan komitmen AS untuk menjaga kehadiran militer yang kuat.

Kini, kapal induk USS Gerald R. Ford dan armada pengiringnya akan bergabung dengan kelompok serang tersebut. Para pejabat Pentagon memerintahkan pergerakan ini dari penempatan saat ini di Laut Karibia ke Timur Tengah, seperti dilaporkan oleh beberapa media terkemuka AS.

Laporan Media dan Sumber Rahasia

Media-media seperti Wall Street Journal, New York Times, dan CBS News semuanya melaporkan persiapan Pentagon dan penempatan kapal induk kedua ini, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya. Laporan-laporan ini mengonfirmasi rencana strategis AS di kawasan yang rawan konflik.

Riwayat Operasional USS Gerald R. Ford

USS Gerald R. Ford awalnya dikerahkan pada bulan Juni dan segera diarahkan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan Trump terhadap Venezuela, menurut New York Times. Beberapa pesawat tempur dari kapal induk ini bahkan berpartisipasi dalam operasi mematikan pada 3 Januari lalu di Caracas, ibu kota Venezuela, yang menyebabkan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.

Namun, tidak jelas berapa lama USS Ford atau USS Lincoln akan tetap berada di Timur Tengah. Ketidakpastian ini menambah dinamika ketegangan yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Dengan pengiriman kapal induk kedua ini, AS memperkuat postur militernya di Timur Tengah, mengirim sinyal kuat kepada Iran dalam negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.