KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi, Komisi V DPR: Darurat Perlintasan Sebidang
KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi, Komisi V DPR: Darurat Perlintasan

Jakarta - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan duka mendalam atas insiden kecelakaan antara Kereta Api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Dalam pernyataannya, Lasarus menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang dinilai belum tertangani secara optimal oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pernyataan Duka dan Desakan Penanganan Korban

Lasarus, saat dihubungi pada Selasa (28/4/2026), menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta petugas di lapangan untuk memprioritaskan penanganan korban. "Selaku pimpinan Komisi V DPR menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan tersebut. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal," ujarnya.

Desakan Penyelesaian Darurat Perlintasan Sebidang

Atas insiden tersebut, Lasarus mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan ribuan perlintasan sebidang yang dinilai darurat di jalur kereta api Indonesia. Menurutnya, perlintasan sebidang kerap menjadi penyebab kecelakaan kereta api. "Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik. Coba kita cek data sampai saat ini ada ribuan perlintasan sebidang di Indonesia yang tidak tertangani," tegas Lasarus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menambahkan bahwa jika darurat perlintasan sebidang tidak segera diselesaikan, maka kecelakaan serupa berpotensi terus terjadi. "Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi," tegasnya.

Data Perlintasan Sebidang di Indonesia

Berdasarkan data KAI, pada tahun 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang, terdiri dari 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 perlintasan belum dijaga. Memasuki tahun 2025, jumlah perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, yang mencakup 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar. Pada periode yang sama, perlintasan yang telah dijaga sebanyak 1.864 titik, sedangkan perlintasan yang tidak dijaga berkurang menjadi 912 titik.

Korban Tewas Capai 14 Orang

Sebelumnya diberitakan, korban tewas akibat kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, terdapat 84 orang korban luka. "Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis pada Selasa (28/4).

KAI menyatakan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi dan KAI. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebutkan bahwa korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga