Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Segera Dipulangkan ke Tanah Air
Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), direncanakan akan dipulangkan ke Indonesia pada hari Jumat atau Sabtu mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.
Jadwal Penerbangan Masih Menunggu Kepastian
Rico menjelaskan bahwa hingga saat ini, jadwal penerbangan dari wilayah Lebanon masih sangat minim, sehingga belum ada kepastian pasti mengenai waktu pemberangkatan jenazah. "Pemberangkatan kemungkinan kalau enggak hari Jumat, akan dilaksanakan hari Sabtu," ujarnya, seperti dilansir dari Antara pada Kamis, 2 April 2026. Ia menekankan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait ketersediaan penerbangan.
Proses Pemulasaraan di Rumah Sakit Saida
Menurut Rico, jenazah ketiga prajurit TNI tersebut saat ini berada dalam keadaan aman di Rumah Sakit Saida yang terletak di wilayah Lebanon. Proses pemulasaraan jenazah sedang dilakukan sebagai persiapan sebelum dikembalikan ke tanah air. "Saat ini sudah berada di Rumah Sakit Saida yang berada di Lebanon dan sedang pemulasaraan jenazah yang rencananya dikembalikan ke tanah air," terang Rico.
Identitas dan Kronologi Gugurnya Prajurit TNI
Ketiga personel TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon pada Maret 2026 ini adalah:
- Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon
- Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan
- Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
Berdasarkan data yang dirilis oleh TNI, Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung yang terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada hari Minggu, 29 Maret 2026. Sementara itu, Muhammad Nur Ichwan dan Zulmi Aditya Iskandar meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada hari Senin, 30 Maret 2026.
Dukungan dan Reaksi dari Berbagai Pihak
Insiden gugurnya tiga prajurit TNI ini telah menimbulkan duka mendalam di kalangan masyarakat Indonesia. Sejumlah tokoh politik dan publik telah menyampaikan belasungkawa serta mendorong upaya-upaya untuk memastikan keamanan personel Indonesia yang bertugas di misi perdamaian internasional. Gugurnya prajurit TNI ini juga memicu seruan agar PBB mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Proses pemulangan jenazah ini menjadi perhatian utama bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, dan seluruh rakyat Indonesia yang berduka. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan TNI terus berkoordinasi untuk memastikan proses repatriasi berjalan dengan lancar dan penuh hormat.



